Laki-laki Menikah Itu Tujuannya Apa Sih?

Dini Koswarini
4 Min Read
Foto: Freepik

“CUMA mau tanya, laki-laki menikah itu tujuannya apa, sih?”

Pertanyaan ini kelihatannya sederhana, tetapi jawabannya lebih dalam daripada sekadar ingin punya pasangan atau membangun rumah tangga. Dalam Islam, pernikahan adalah jalan untuk meraih ketenangan, menjaga kehormatan, memikul tanggung jawab, dan membangun generasi.

Pernikahan bukan hanya tentang apa yang diperoleh seorang laki-laki dari istrinya, melainkan juga tentang amanah yang harus ia tunaikan sebagai suami. Berikut lima tujuan menikah yang dapat kita renungkan.

1- Meraih Sakinah, Mawaddah, wa Rahmah

Tujuan pertama adalah membangun rumah tangga yang menghadirkan ketenangan, cinta, dan kasih sayang. Allah berfirman, “Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang.” (QS. Ar-Rum: 21).

Artinya, laki-laki menikah bukan sekadar untuk mendapatkan pendamping hidup, melainkan membangun hubungan yang membuat suami dan istri saling menenangkan, menyayangi, serta menguatkan dalam kebaikan.

BACA JUGA: Gak Usah Minder Kalau Kamu Belum Menikah di Usia 40 Tahun, Kenapa?

2- Menjaga Kehormatan Diri

Pernikahan juga menjadi jalan untuk menjaga kehormatan dan menyalurkan kebutuhan biologis secara halal. Allah berfirman, “Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu adalah pakaian bagi mereka.” (QS. Al-Baqarah: 187).

Suami dan istri diibaratkan pakaian karena saling melindungi, menutupi kekurangan, dan memberikan kenyamanan. Karena itu, menikah bukan hanya tentang memenuhi keinginan diri, tetapi juga menjaga pasangan dari hal-hal yang merusak kehormatan dan keutuhan rumah tangga.

3- Menjadi Pemimpin yang Bertanggung Jawab

Dalam Islam, suami memiliki tanggung jawab kepemimpinan dalam keluarga. Allah berfirman, “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum perempuan, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain, dan karena mereka telah memberikan nafkah dari hartanya.” (QS. An-Nisa: 34).

Banner Kaos Polos

Kepemimpinan bukan tiket untuk bersikap semena-mena. Seorang suami dituntut memberi nafkah, melindungi keluarga, membimbing dalam kebaikan, serta memperlakukan istri dengan baik. Semakin besar tanggung jawabnya, semakin besar pula amanah yang harus ia pertanggungjawabkan di hadapan Allah.

4- Memperoleh Keturunan yang Saleh

Pernikahan juga menjadi jalan untuk memperoleh keturunan dan melanjutkan generasi. Allah berfirman, “Allah menjadikan bagimu pasangan (suami atau istri) dari jenis kamu sendiri dan menjadikan anak dan cucu bagimu dari pasanganmu.” (QS. An-Nahl: 72).

Bukan sekadar memiliki anak, seorang Muslim hendaknya berusaha mendidik mereka agar tumbuh menjadi pribadi yang beriman dan berakhlak baik. Allah juga mengabadikan doa hamba-hamba-Nya dalam firman-Nya, “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami).” (QS. Al-Furqan: 74).

Keturunan yang saleh bukan hanya kebahagiaan di dunia, melainkan juga harapan agar kebaikan terus berlanjut setelah orang tua meninggal dunia.

BACA JUGA: Sudah Nikah, Apa yang Menghalangi Lelaki Salat di Masjid, Ya?

5- Menjadikan Pernikahan sebagai Ladang Ibadah

Menikah dapat menjadi ibadah apabila diniatkan karena Allah dan dijalankan sesuai tuntunan-Nya. Nafkah yang diberikan dengan ikhlas, kesabaran menghadapi pasangan, mendidik anak, hingga menjaga keharmonisan rumah tangga dapat bernilai pahala.

Allah berfirman, “Dan sungguh, Kami telah mengutus beberapa rasul sebelum engkau dan Kami berikan kepada mereka istri-istri dan keturunan.” (QS. Ar-Ra’d: 38). Ayat ini menunjukkan bahwa beristri dan memiliki keturunan merupakan bagian dari kehidupan para rasul, bukan sesuatu yang bertentangan dengan pengabdian kepada Allah.

Namun, pernikahan tidak otomatis menyempurnakan seluruh ibadah seseorang. Nilai ibadahnya bergantung pada niat, ketaatan, dan tanggung jawab yang dijalankan di dalamnya.

Jadi, laki-laki menikah bukan sekadar agar ada yang melayani atau menemani. Ia menikah untuk membangun ketenangan, menjaga kehormatan, memikul amanah sebagai pemimpin keluarga, mendidik generasi, dan menjadikan kehidupan rumah tangga sebagai jalan mendekatkan diri kepada Allah. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *