Apa Hukumnya Istri Minta Duit pada Suami?

Dini Koswarini
5 Min Read
Foto: Freepik

DI dalam Islam, memberikan nafkah kepada istri bukanlah sekadar bentuk kebaikan atau kemurahan hati seorang suami, melainkan sebuah kewajiban yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Oleh karena itu, ketika seorang istri meminta uang kepada suaminya untuk memenuhi kebutuhan hidup yang wajar, pada dasarnya ia sedang meminta hak yang memang telah diberikan oleh syariat.

Allah Ta’ala berfirman:

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ

“Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain dan karena mereka telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.” (QS. An-Nisa: 34)

Ayat ini menjelaskan bahwa salah satu bentuk kepemimpinan suami dalam rumah tangga adalah dengan memenuhi kebutuhan nafkah keluarganya.

Bolehkah Istri Meminta Uang kepada Suami?

Jawabannya adalah boleh. Bahkan, jika nafkah yang diberikan belum mencukupi kebutuhan yang sewajarnya, istri berhak mengingatkan atau meminta kepada suaminya.

Rasulullah ﷺ pernah memberikan solusi kepada Hindun binti ‘Utbah yang mengadu bahwa suaminya, Abu Sufyan, tidak memberikan nafkah yang mencukupi. Rasulullah ﷺ bersabda:

BACA JUGA:  Efek Buruk Suami Istri Tidur Terpisah

“Ambillah secukupnya untukmu dan anakmu dengan cara yang ma’ruf.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa hak nafkah seorang istri sangat dijaga dalam Islam. Bahkan ketika suami lalai menunaikannya, syariat tetap memberikan jalan keluar bagi istri agar kebutuhan dirinya dan anak-anaknya terpenuhi.

Nafkah Disesuaikan dengan Kemampuan Suami

Meskipun nafkah merupakan kewajiban, Islam juga mengajarkan keadilan. Suami tidak dibebani untuk memberikan sesuatu yang berada di luar kemampuannya.

Allah SWT berfirman:

لِيُنْفِقْ ذُو سَعَةٍ مِنْ سَعَتِهِ وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ فَلْيُنْفِقْ مِمَّا آتَاهُ اللَّهُ ۚ لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا مَا آتَاهَا

“Hendaklah orang yang mempunyai kelapangan memberi nafkah menurut kelapangannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari apa yang Allah berikan kepadanya. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan apa yang Allah berikan kepadanya.” (QS. At-Talaq: 7)

Artinya, jika suami memiliki rezeki yang lapang, hendaknya ia memberikan nafkah dengan baik. Sebaliknya, jika sedang mengalami kesulitan ekonomi, maka nafkah diberikan sesuai kemampuan tanpa harus memaksakan diri hingga terlilit utang.

https://s.shopee.co.id/2qO1Kc8z1F?lp=aff

Bedakan antara Kebutuhan dan Keinginan

Islam menganjurkan agar istri memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Meminta uang untuk kebutuhan makan, pakaian, kesehatan, tempat tinggal, pendidikan anak, dan kebutuhan rumah tangga lainnya adalah hal yang wajar.

Namun, apabila permintaan hanya didorong oleh gaya hidup mewah, gengsi, atau mengikuti tren yang memberatkan suami, maka hal tersebut tidak termasuk sikap yang terpuji.

Sebaliknya, seorang suami juga hendaknya tidak pelit kepada keluarganya. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Berilah makan kepadanya ketika engkau makan, dan berilah pakaian kepadanya ketika engkau berpakaian.” (HR. Abu Dawud dan Ahmad)

Hadis ini menunjukkan bahwa seorang suami hendaknya memperlakukan istrinya dengan baik dalam urusan nafkah.

Bagaimana Jika Istri Memiliki Penghasilan Sendiri?

Banyak istri pada masa sekarang juga bekerja dan memiliki penghasilan sendiri. Namun, penghasilan tersebut tidak menghapus kewajiban suami untuk menafkahi keluarganya.

Harta yang diperoleh istri adalah miliknya. Ia berhak mengelolanya sesuai syariat. Apabila ia ikut membantu memenuhi kebutuhan keluarga, maka bantuan tersebut merupakan bentuk kebaikan dan sedekah darinya, bukan kewajiban.

Karena itu, seorang suami tidak boleh menggugurkan tanggung jawab nafkah hanya karena istrinya memiliki pekerjaan atau penghasilan.

Istri, Mertua, Istri Minta Duit pada Suami
Foto: Umar Faqih | Islampos

Adab Meminta Nafkah kepada Suami

Meskipun meminta nafkah adalah hak, Islam tetap mengajarkan adab yang mulia dalam rumah tangga. Seorang istri hendaknya meminta dengan bahasa yang lembut, penuh penghormatan, dan tidak merendahkan suaminya.

Di sisi lain, suami juga sebaiknya peka terhadap kebutuhan keluarganya sehingga istri tidak perlu berkali-kali meminta. Komunikasi yang baik mengenai kondisi keuangan keluarga akan membantu menghindari perselisihan dan menjaga keharmonisan rumah tangga.

BACA JUGA:  Setelah Jatuh Talak 3, Apakah Suami Istri Masih Bisa Rujuk?

Ketika suami dan istri saling memahami kondisi masing-masing, maka urusan nafkah akan menjadi sarana untuk memperkuat kasih sayang, bukan sumber pertengkaran.

Penutup

Jadi, istri meminta uang kepada suami hukumnya boleh, bahkan merupakan bagian dari haknya atas nafkah yang diwajibkan Allah kepada suami. Namun, permintaan tersebut hendaknya dilakukan dengan cara yang baik, mempertimbangkan kemampuan suami, serta didasarkan pada kebutuhan yang wajar.

Sebaliknya, suami hendaknya berusaha menunaikan kewajibannya dengan penuh tanggung jawab. Nafkah yang halal bukan hanya mengenyangkan perut keluarga, tetapi juga menjadi ibadah yang bernilai besar di sisi Allah SWT.

Rumah tangga yang bahagia bukanlah rumah tangga yang tidak pernah membicarakan uang, melainkan rumah tangga yang mampu mengelola hak dan kewajiban dengan saling menghormati, saling memahami, dan bersama-sama mengharap ridha Allah Ta’ala. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *