SEJARAH mencatat bahwa penyembahan berhala telah ada sejak ribuan tahun silam, merambah berbagai bangsa, budaya, dan zaman. Fenomena ini tampak aneh bagi sebagian orang modern, namun sesungguhnya berakar dari dorongan mendalam dalam jiwa manusia: keinginan untuk mendekatkan diri kepada sesuatu yang dianggap sakral, kuat, dan dapat memberi manfaat atau menolak bahaya.
Mengapa manusia rela memahat patung, menyembah batu, atau menundukkan kepala di hadapan benda mati? Apakah ini semata-mata karena kebodohan, atau ada alasan psikologis, sosial, dan spiritual yang lebih dalam? Dalam artikel ini, kita akan menelusuri akar munculnya penyembahan berhala, pandangan agama terhadapnya, serta hikmah yang bisa dipetik agar manusia tak terjebak pada kesyirikan yang serupa di zaman modern.
Berikut adalah daftar beberapa bangsa atau kelompok masyarakat di dunia yang secara historis dikenal sebagai penyembah berhala, baik di masa lalu maupun dalam praktik keagamaan tradisional:
1- Bangsa Mesir Kuno
Menyembah banyak dewa seperti Ra (dewa matahari), Osiris, Isis, dan Anubis.
Firaun dianggap sebagai perwujudan ilahi.
2- Bangsa Yunani Kuno
Memiliki banyak dewa: Zeus, Hera, Poseidon, Athena, dll.
Patung-patung dewa dipuja di kuil-kuil besar seperti Parthenon.
3- Bangsa Romawi Kuno
Mewarisi banyak dewa dari Yunani, namun dengan nama Latin (Zeus = Jupiter).
Menyembah kaisar sebagai dewa setelah kematian atau bahkan saat hidup.
4- Bangsa Kanaan & Fenisia
Menyembah Baal, Asytoret, dan Molokh.
Praktik penyembahan sering melibatkan pengorbanan manusia.
5- Bangsa Babilonia
Memuja dewa-dewi seperti Marduk dan Ishtar.
Simbol-simbolnya banyak ditemukan di relief dan patung kuno.
6- Bangsa India Kuno & Hindu Tradisional
Menyembah banyak dewa seperti Brahma, Wisnu, Siwa, Ganesha.
Praktik ini masih berlanjut dalam bentuk politeisme dalam agama Hindu.
7- Bangsa Maya dan Aztec (Amerika Tengah)
Menyembah dewa-dewa matahari, hujan, dan pertanian.
Pengorbanan manusia merupakan bagian dari ritual.
8- Bangsa Viking (Skandinavia)
Menyembah dewa seperti Odin, Thor, Freyja.
Memiliki kuil-kuil dan simbol magis seperti Yggdrasil dan Mjolnir.
9- Bangsa Jepang Kuno (Shintoisme)
Menyembah “kami” (roh atau dewa alam).
Banyak kuil Shinto dan patung-patung sebagai media penghormatan.
10- Suku-Suku Afrika Tradisional
Banyak suku memiliki kepercayaan terhadap roh nenek moyang dan berhala alam.
Praktik animisme sangat kental dalam kehidupan spiritual mereka.
BACA JUGA: 7 Negara Kaya Raya yang Kini Jadi Miskin
Pandangan Islam tentang Penyembahan Berhala
Islam memandang penyembahan berhala sebagai bentuk syirik terbesar. Al-Qur’an dan hadits sangat mengecam tindakan ini karena menyekutukan Allah.
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni dosa yang selain dari itu bagi siapa yang Dia kehendaki.” (QS. An-Nisa: 48)
Catatan:
Meski banyak dari praktik ini sudah punah atau berubah, sebagian tetap eksis dalam bentuk kepercayaan lokal, adat istiadat, atau agama politeistik modern. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

