ASMA adalah salah satu penyakit pernapasan kronis yang cukup banyak dialami orang di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Gejalanya khas: sesak napas, napas berbunyi (mengi), dada terasa berat, dan sering kali kambuh saat terpapar pemicu seperti debu, udara dingin, atau aktivitas fisik berat.
Pertanyaan yang sering muncul adalah: apakah asma itu penyakit turunan? Jawabannya tidak sesederhana “iya” atau “tidak”. Asma bisa diturunkan melalui faktor genetik, tapi juga bisa muncul pada orang yang sama sekali tidak memiliki riwayat keluarga penderita asma.
Asma dan Faktor Genetik
Faktor genetik berperan besar dalam risiko seseorang terkena asma. Penelitian menunjukkan:
• Jika salah satu orang tua menderita asma, risiko anak terkena asma sekitar 25–30%.
• Jika kedua orang tua menderita asma, risikonya bisa meningkat hingga 50–60%.
• Riwayat penyakit alergi (seperti rhinitis alergi atau eksim) di keluarga juga bisa meningkatkan risiko asma.
Hal ini terjadi karena gen tertentu memengaruhi sistem imun dan membuat saluran pernapasan lebih sensitif terhadap rangsangan. Kondisi ini sering disebut atopi — kecenderungan tubuh untuk mengembangkan reaksi alergi, yang sering terkait dengan asma.
Namun, gen hanya memberikan potensi. Tidak semua orang yang punya gen risiko asma akan mengidap penyakit ini.
BACA JUGA:20 Hal Penting tentang Penyakit Jantung yang Perlu Kamu Ketahui
Faktor Lingkungan
Walaupun faktor genetik penting, lingkungan tetap memegang peran besar dalam munculnya asma. Bahkan, banyak orang tanpa riwayat keluarga tetap bisa menderita asma. Beberapa faktor lingkungan pemicu asma antara lain:
1. Paparan alergen
Debu rumah, serbuk bunga, bulu hewan, jamur, dan tungau bisa memicu peradangan pada saluran pernapasan.
2. Polusi udara
Asap kendaraan, asap rokok, atau asap pabrik meningkatkan risiko iritasi saluran napas.
3. Infeksi saluran pernapasan di masa kecil
Infeksi virus tertentu di usia dini dapat memengaruhi perkembangan paru-paru dan meningkatkan risiko asma.
4. Cuaca dan suhu udara
Udara dingin atau perubahan cuaca ekstrem sering menjadi pemicu serangan asma.
5. Aktivitas fisik berat
Pada sebagian orang, olahraga intens bisa memicu gejala asma, kondisi ini dikenal sebagai exercise-induced asthma.
Asma: Penyakit Kronis tapi Bisa Dikendalikan
Asma bukan penyakit menular. Meski termasuk penyakit kronis, penderita asma bisa hidup normal jika gejalanya dikendalikan dengan baik. Kunci pengendalian asma adalah:
• Menghindari faktor pemicu.
• Menggunakan obat sesuai anjuran dokter, seperti inhaler.
• Melakukan kontrol kesehatan rutin.
Dengan penanganan yang tepat, serangan asma bisa jarang terjadi dan kualitas hidup penderita tetap terjaga.
Pencegahan dan Pengelolaan
1. Jika Ada Riwayat Keluarga
Bila dalam keluarga ada penderita asma atau alergi, langkah pencegahan bisa dilakukan sejak dini:
• Menjaga kebersihan rumah dari debu dan tungau.
• Menghindari asap rokok dan polusi.
• Memberikan ASI eksklusif untuk bayi, yang terbukti dapat menurunkan risiko penyakit alergi.
2. Bagi yang Tidak Punya Riwayat Keluarga
Walau tidak ada riwayat, tetap penting menjaga kesehatan pernapasan:
• Menggunakan masker saat berada di area berpolusi tinggi.
• Rajin berolahraga ringan untuk memperkuat paru-paru.
• Menjaga kelembapan udara di rumah agar tidak terlalu kering atau lembab berlebihan.
BACA JUGA:6 Penyakit yang Akan Menimpa Umat Akhir Zaman
Fakta Penting tentang Asma
• Asma tidak bisa disembuhkan total, tetapi bisa dikontrol sehingga jarang kambuh.
• Bukan penyakit menular, jadi tidak menyebar dari orang ke orang.
• Faktor keturunan meningkatkan risiko, tetapi bukan satu-satunya penyebab.
• Anak-anak yang sering terpapar asap rokok lebih berisiko mengalami asma, meskipun tidak ada riwayat keluarga.
Jadi, asma bisa jadi penyakit turunan, tapi tidak selalu. Gen dari orang tua memang memengaruhi risiko, namun faktor lingkungan seperti polusi, alergi, infeksi, dan gaya hidup juga berperan besar.
Bagi yang memiliki riwayat keluarga penderita asma, langkah pencegahan sejak dini sangat dianjurkan. Sementara itu, bagi yang tidak punya riwayat, menjaga kesehatan paru-paru dan menghindari pemicu tetap penting.
Asma memang penyakit kronis, tetapi dengan pengelolaan yang tepat, penderita bisa hidup aktif, produktif, dan minim gejala. Kuncinya adalah mengenali pemicu, mengikuti anjuran dokter, dan menerapkan gaya hidup sehat. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

