Berkahnya Menyambung Silaturahmi

Yudi
By Yudi
4 Min Read
Foto: Freepik

SILATURAHMI bukan hanya sekadar datang ke rumah kerabat saat lebaran atau kirim pesan “Selamat Idul Fitri” di WhatsApp setahun sekali. Dalam ajaran Islam, silaturahmi adalah amalan yang punya dampak besar—bukan hanya untuk hubungan sosial, tapi juga untuk umur, rezeki, dan ketenangan hati. Bahkan, Nabi ﷺ menyebutnya sebagai amalan yang bisa memperpanjang umur dan melapangkan rezeki.

Makna Silaturahmi Menurut Islam

Secara bahasa, silaturahmi berasal dari dua kata: silah (menghubungkan) dan rahim (hubungan kekerabatan). Menurut Imam Nawawi, silaturahmi berarti “berbuat baik kepada kerabat sesuai kemampuan, baik dengan harta, bantuan fisik, atau sekadar menyapa.” Jadi, tidak ada alasan untuk merasa silaturahmi itu hanya bisa dilakukan kalau kita punya banyak waktu atau uang.

Al-Qur’an pun mengingatkan pentingnya menjaga hubungan ini. Allah berfirman:

“Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi.” (QS. An-Nisa: 1)

BACA JUGA: Rahasia Dahsyat di Balik 2 Rakaat Sebelum Subuh

Ayat ini menunjukkan bahwa menjaga hubungan kekerabatan adalah bentuk ketaatan kepada Allah, bukan sekadar sopan santun sosial.

Berkah Silaturahmi yang Nyata

Dalam hadis sahih, Rasulullah ﷺ bersabda: “Barangsiapa ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka sambunglah tali silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Banyak ulama menjelaskan bahwa maksud “memanjangkan umur” di sini ada dua makna:

1. Secara hakiki, Allah benar-benar memberi umur yang lebih panjang dari takdir awal.
2. Secara maknawi, umur yang ada dipenuhi dengan keberkahan, sehingga terasa bermanfaat dan bernilai.

Sedangkan kelapangan rezeki tidak selalu berarti uang melimpah, tapi juga kecukupan hati, kemudahan dalam urusan, dan rezeki nonmateri seperti kesehatan atau anak-anak yang saleh.

Manfaat Silaturahmi dalam Kehidupan Sehari-hari

Kalau kita perhatikan, silaturahmi membawa efek positif yang bisa dirasakan langsung, antara lain:

Menguatkan ikatan keluarga: Kita jadi tahu kabar satu sama lain, sehingga terjalin rasa peduli.
Mengurangi stres: Bertemu keluarga atau kerabat yang hangat membuat pikiran lebih tenang.
Menambah peluang: Kadang rezeki datang dari silaturahmi, entah berupa peluang kerja, kerjasama, atau bantuan di saat sulit.

Ilmu psikologi modern pun membuktikan bahwa interaksi sosial yang sehat bisa menurunkan risiko depresi dan meningkatkan daya tahan tubuh. Jadi, manfaat silaturahmi ini bukan cuma dalil agama, tapi juga fakta ilmiah.

Bentuk Silaturahmi di Era Modern

Zaman sekarang, silaturahmi tidak selalu harus tatap muka. Teknologi memberi banyak cara, seperti video call, chat, atau kirim paket kejutan. Meski begitu, ulama mengingatkan bahwa pertemuan langsung tetap lebih utama karena ada interaksi fisik, senyuman, dan sentuhan yang lebih membekas di hati.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata: “Silaturahmi bisa dilakukan dengan berbagai cara yang dianggap sebagai kebaikan menurut kebiasaan, selama tidak bertentangan dengan syariat. Namun, kunjungan langsung memiliki keutamaan tersendiri.”

Mengatasi Hambatan Silaturahmi

BACA JUGA: Adab Menerima Tamu Dengan Baik

Kadang kita punya alasan seperti sibuk, jauh, atau ada konflik. Namun, Islam mengajarkan bahwa menyambung silaturahmi justru harus dilakukan meski pihak lain memutuskan hubungan. Nabi ﷺ bersabda: “Bukanlah orang yang menyambung (silaturahmi) itu yang membalas hubungan, tetapi yang menyambung adalah orang yang ketika diputus hubungan oleh kerabatnya, dia tetap menyambungnya.” (HR. Bukhari)

Artinya, silaturahmi adalah ujian hati. Tidak semua orang akan menyambut baik, tapi tugas kita tetap menunaikannya karena itu perintah Allah.

Silaturahmi bukan sekadar tradisi, tapi investasi pahala dan keberkahan hidup. Rasulullah ﷺ menjamin bahwa orang yang rajin silaturahmi akan diberi kelapangan rezeki dan umur yang penuh keberkahan. Kalau melihat dari kacamata Islam, menyambung tali persaudaraan adalah bentuk taqwa yang membawa manfaat dunia dan akhirat. Jadi, mari mulai hubungi kerabat yang lama tak terdengar kabarnya. Siapa tahu, keberkahan hidup justru datang dari sapaan sederhana hari ini. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *