PERNAH nggak sih kamu lagi jalan, entah di gang kecil, di pasar, atau bahkan depan masjid, tiba-tiba ada makhluk mungil berbulu—eh, maksudnya bekas bulu—yang menyedihkan? Anak kucing lusuh, dekil, dengan tatapan “tolong aku, Kakak Manusiaaa”. Badannya kotor, kadang tulangnya kelihatan, dan wajahnya penuh debu jalanan. Dalam hati kamu langsung mikir, “Ya Allah, kasihan banget ini kucing, kayak aku pas akhir bulan sebelum gajian.”
Nah, di momen itu, biasanya hati manusia langsung diuji. Kamu mau cuek bebek kayak kucing oranye yang suka nyolong ikan, atau mau jadi manusia berhati emas yang menolong makhluk Allah yang satu ini? Kalau kamu pilih opsi kedua, siap-siaplah, karena perjalananmu akan penuh lika-liku, tawa, dan tentu saja, bulu.
1. Menemukan Anak Kucing Lusuh, Dekil, dan Kurang Gizi
Pertama kali nemu, biasanya responmu: “Ih, kasian banget! Nih kucing kayak baru keluar dari hutan belantara padahal cuma nongkrong di depan warteg.” Matanya sayu, bulunya belepotan, badannya kurus kering. Kadang, kucing itu jalan aja goyang-goyang kayak habis main roller coaster.
MasyaAllah, ini momen di mana Allah kasih kesempatan kamu untuk beramal shalih lewat makhluk mungil ini. Imam al-Ghazali rahimahullah dalam Ihya’ Ulumuddin pernah bilang bahwa rahmat Allah itu bisa turun hanya dengan kasih sayang kepada hewan. Jadi jangan salah, kebaikan kecil bisa jadi jalan masuk surga.
2. Membawa Pulang: Tapi Bingung Mulai dari Mana?
Kamu pun bawa pulang tuh kucing. Sampai rumah, langsung bingung. “Ya Allah, ini kucing kok kayak puzzle. Mulai rawatnya dari mana dulu ya?” Mau dimandiin takut masuk angin, mau dikasih vitamin takut salah dosis, mau dibawa ke dokter hewan, eh dompetmu bilang, “Sabar ya, tunggu gajian.”
Tenang, jangan panik. Ingat pepatah ulama salaf, “Barang siapa yang bingung, kembalilah kepada yang simpel.”
