Kenapa Kita Harus Belajar Fiqih?

Dini Koswarini
5 Min Read
Foto: Freepik

FIQIH adalah salah satu cabang ilmu dalam Islam yang membahas hukum-hukum syariat secara terperinci, mulai dari ibadah, muamalah, hingga masalah kehidupan sehari-hari. Tanpa mempelajari fiqih, seorang Muslim berisiko beribadah dengan cara yang salah, bertransaksi dengan cara yang haram, atau bahkan melakukan dosa tanpa disadari. Oleh karena itu, memahami fiqih bukan hanya penting, tapi wajib bagi setiap Muslim sesuai dengan kadar kebutuhannya.

Fiqih, Pengetahuan yang Mengatur Kehidupan

Fiqih tidak hanya membicarakan tata cara shalat atau puasa, tapi mencakup seluruh aspek kehidupan. Ulama salaf telah menekankan betapa pentingnya ilmu ini. Imam Abu Hanifah rahimahullah berkata: “Memahami fiqih adalah keutamaan yang paling utama setelah mengenal Allah.”

Artinya, setelah seorang Muslim mengenal Tuhannya melalui aqidah yang benar, ia harus memahami bagaimana cara beribadah kepada-Nya dengan benar, dan itu hanya bisa diperoleh lewat fiqih.

BACA JUGA:  Pengertian dan Ruang Lingkup Ushul Fiqih

Fiqih Menjadi Panduan Hidup

Tanpa ilmu fiqih, seorang Muslim mungkin hanya beribadah berdasarkan kebiasaan, ikut-ikutan, atau tradisi yang belum tentu benar. Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu pernah berkata: “Tidak ada kebaikan pada suatu ibadah tanpa pemahaman.”

Ini menegaskan bahwa ibadah yang dilakukan tanpa pengetahuan yang benar, bisa saja ditolak oleh Allah. Bahkan, Nabi ﷺ sendiri bersabda: “Barangsiapa dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Dia akan memahamkannya dalam agama.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menunjukkan bahwa memahami agama — termasuk fiqih — adalah tanda Allah menghendaki kebaikan bagi seseorang.

Fiqih Mencegah Kesalahan dan Kebodohan

Banyak orang yang niatnya baik, tapi amalnya keliru karena tidak memiliki ilmu fiqih. Misalnya, seorang ingin bersedekah, tapi ternyata caranya riba; atau ingin shalat tahajud, tapi melalaikan shalat Subuh. Imam Syafi’i rahimahullah berkata: “Barangsiapa mempelajari fiqih, ia akan menjadi orang yang halus akhlaknya.”

Maksudnya, fiqih bukan hanya mengajarkan hukum, tapi juga menanamkan hikmah dan kebijaksanaan dalam bertindak.

Fiqih Adalah Bekal Menghadapi Perubahan Zaman

Hidup manusia terus berubah, dan masalah-masalah baru selalu muncul. Tanpa pemahaman fiqih, kita bisa kebingungan menghadapi persoalan kontemporer seperti transaksi digital, hukum media sosial, atau aturan bisnis modern. Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah pernah menasihati: “Manusia selalu membutuhkan ilmu selama ia hidup.”

Dengan fiqih, kita tahu batas halal-haram dalam perkembangan zaman, sehingga tetap selamat dari dosa meski dunia berubah.

Fiqih Membentuk Karakter Muslim yang Bijak

Fiqih tidak membuat seseorang kaku, tetapi justru bijaksana. Orang yang memahami fiqih tahu kapan harus tegas dan kapan harus memberi keringanan (rukhsah). Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Belajarlah ilmu, dan ajarkanlah ilmu itu kepada orang lain. Pelajarilah fiqih, dan jadilah orang yang tenang dan sabar.”

Dengan fiqih, seorang Muslim tidak mudah menyalahkan orang lain tanpa dasar, dan tidak gegabah dalam memberi hukum.

Fiqih sebagai Benteng dari Syubhat

Di zaman penuh fitnah ini, banyak perkara yang samar antara halal dan haram. Tanpa fiqih, seseorang bisa terjerumus pada syubhat yang mendekatkan pada keharaman. Ibnu Qayyim al-Jauziyah rahimahullah berkata: “Fiqih adalah cahaya yang membimbing seseorang keluar dari kegelapan kebodohan menuju terang benderang petunjuk.”

Dengan fiqih, kita bisa memilah mana yang benar dan salah berdasarkan dalil, bukan sekadar opini atau kebiasaan.

BACA JUGA:  Mengapa Makan Daging Unta Membatalkan Wudhu?

Kesimpulan

Belajar fiqih bukan pilihan tambahan, tetapi kebutuhan mendasar setiap Muslim. Ia adalah panduan dalam beribadah, pelindung dari kesalahan, benteng dari fitnah, dan bekal menghadapi kehidupan. Ulama salaf dan para imam mazhab semuanya menekankan pentingnya fiqih sebagai bagian dari pemahaman agama yang sempurna.

Jika aqidah adalah pondasi, maka fiqih adalah tiang-tiang bangunan Islam dalam kehidupan kita. Tanpa fiqih, ibadah bisa runtuh; tanpa fiqih, muamalah bisa ternodai dosa. Oleh karena itu, mari kita luangkan waktu untuk mempelajarinya, baik dari majelis ilmu, buku, maupun guru yang terpercaya. Sebab, memahami fiqih adalah tanda Allah menginginkan kebaikan bagi hamba-Nya. []

___________

Kirim tulisan Anda ke Islampos. Isi di luar tanggung jawab redaksi. Silakan kirim ke: [email protected], dengan ketentuan tema Islami, pengetahuan umum, renungan dan gagasan atau ide, Times New Roman, 12 pt, maksimal 650 karakter. Sertakan foto diri, Kartu Tanda Identitas (KTP/KTP/SIM), akun media sosial (IG, Facebook, atau Tiktok), dan imel.

___________

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

TAGGED:
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *