Benarkah Kopi Bisa Membantu Menurunkan Berat Badan?

5 Min Read
Foto: Freepik

KOPI adalah salah satu minuman paling populer di dunia. Hampir semua orang mengenalnya sebagai teman pagi, pengusir kantuk, hingga pelengkap saat bekerja atau belajar. Namun, beberapa tahun terakhir kopi juga sering disebut-sebut dapat membantu menurunkan berat badan.

Apakah benar demikian? Bagaimana pandangan Islam terhadap kopi yang begitu lekat dengan kehidupan sehari-hari?

Kopi dan Hubungannya dengan Berat Badan

1. Meningkatkan Metabolisme

Kopi mengandung kafein, zat alami yang bersifat stimulan. Kafein dapat meningkatkan metabolisme basal yaitu jumlah energi yang dibakar tubuh saat beristirahat. Penelitian menunjukkan bahwa kafein bisa meningkatkan pengeluaran energi sekitar 3–11% untuk beberapa jam setelah diminum (Acheson et al., 1980).

BACA JUGA: Ketika Muslim Menemukan Kopi: Sejarah Islam di Balik Secangkir Arabika

Walaupun efeknya tidak besar, dalam jangka panjang hal ini bisa membantu terciptanya defisit kalori yang diperlukan untuk menurunkan berat badan.

2. Membantu Membakar Lemak

Sejumlah studi menemukan bahwa kafein dapat meningkatkan proses lipolisis, yaitu pemecahan lemak dalam tubuh untuk dijadikan energi. Dalam sebuah tinjauan sistematis, kafein terbukti meningkatkan oksidasi lemak, terutama bila dikonsumsi sebelum berolahraga (Spriet, 2014). Itulah mengapa banyak suplemen pembakar lemak memasukkan kafein sebagai bahan utamanya.

3. Mengurangi Nafsu Makan (Sementara)

Selain itu, kafein kadang memberi efek menekan rasa lapar dalam jangka pendek. Namun, penelitian juga menunjukkan bahwa efek ini tidak konsisten dan cenderung berkurang seiring tubuh terbiasa dengan konsumsi kafein. Jadi, manfaatnya tidak bisa dijadikan andalan utama untuk diet.

4. Kandungan Lain dalam Kopi

Selain kafein, kopi juga mengandung antioksidan seperti chlorogenic acid (CGA) yang berhubungan dengan pengaturan gula darah dan metabolisme lemak. Beberapa penelitian pada ekstrak kopi hijau (green coffee bean) menunjukkan hasil positif pada penurunan berat badan, meskipun bukti ilmiahnya masih terbatas dan kualitas risetnya beragam (Onakpoya et al., 2011).

Bukan “Obat Ajaib” untuk Diet

Meski kopi punya manfaat tambahan, kita perlu memahami bahwa kopi bukanlah obat mujarab untuk menurunkan berat badan. Efeknya relatif kecil dan tidak akan terasa jika pola makan tetap berlebihan kalori. Bahkan, banyak orang yang justru menambahkan gula, krimer, atau sirup manis ke dalam kopi, sehingga jumlah kalorinya meningkat tajam. Alih-alih membantu diet, cara ini bisa berujung pada kenaikan berat badan.

Faktor paling penting dalam menurunkan berat badan tetaplah:
• Pola makan seimbang (kalori terkontrol, tinggi protein dan serat)
• Aktivitas fisik rutin (olahraga dan gerak harian)
• Kualitas tidur dan manajemen stres

Kopi hanya bisa menjadi pendukung kecil dalam usaha tersebut, bukan kunci utama.

Batas Aman Konsumsi Kopi

Menurut European Food Safety Authority (EFSA, 2015), konsumsi kafein yang aman untuk orang dewasa sehat adalah hingga 400 mg per hari (setara 3–4 cangkir kopi seduh). Untuk ibu hamil dan menyusui, batasnya maksimal 200 mg per hari.

Konsumsi berlebihan dapat menimbulkan efek samping: jantung berdebar, cemas, gangguan tidur, hingga masalah lambung. Karena itu, penting untuk mengonsumsi kopi dengan bijak.

BACA JUGA: Benarkah Minum Kopi Sambil Makan Semangka Berbahaya?

Pandangan Islam terhadap Kopi

Kopi bukanlah minuman yang diharamkan. Justru dalam sejarah Islam, kopi memiliki tempat yang cukup istimewa. Menurut catatan sejarah, kopi pertama kali populer di kalangan kaum Muslim sufi di Yaman pada abad ke-15. Mereka menggunakan kopi untuk membantu tetap terjaga saat berzikir dan beribadah di malam hari. Dari Yaman, kopi kemudian menyebar ke Mekkah, Kairo, Istanbul, hingga akhirnya ke Eropa.

Islam tidak melarang konsumsi kopi, selama tidak membawa mudarat. Prinsip Islam adalah “la darar wa la dirar” (jangan membahayakan diri sendiri dan jangan pula membahayakan orang lain). Hal ini selaras dengan kaidah umum dalam Al-Qur’an: “…Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan…” (QS. Al-Baqarah: 195)

Artinya, selama kopi dikonsumsi dengan takaran wajar dan tidak membahayakan kesehatan, maka hukumnya boleh. Bahkan, kopi bisa menjadi sarana kebaikan, misalnya menemani saat belajar, bekerja, atau beribadah di malam hari.[]

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *