Bagaimana Iri Dengki Menghambat Rezeki?

Yudi
By Yudi
5 Min Read
Foto: Freepik

SETIAP manusia pasti pernah merasakan iri. Saat melihat teman sebaya sudah sukses, punya pekerjaan mapan, atau bisa membeli barang-barang mewah, ada rasa di hati: “Kenapa dia bisa, sedangkan aku tidak?” Nah, kalau perasaan itu dibiarkan berlarut-larut, ia bisa berubah menjadi dengki, yaitu keinginan agar nikmat orang lain hilang. Inilah yang berbahaya, bukan hanya untuk kesehatan mental, tapi juga bisa menghambat datangnya rezeki.

Iri vs. Dengki

Sedikit iri dalam arti positif sebenarnya bisa memotivasi. Misalnya kita melihat orang rajin belajar lalu kita ikut termotivasi. Itu wajar dan bahkan sehat. Tapi kalau sudah dengki—ingin orang itu jatuh, gagal, atau kehilangan nikmatnya—maka ini jadi penyakit hati. Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin menyebut dengki sebagai salah satu penyakit hati paling merusak, karena bisa menghapus amal kebaikan dan menutup pintu keberkahan.

Mengapa Dengki Bisa Menghambat Rezeki?

Kalau kita lihat secara logis, orang yang hatinya penuh dengki akan sulit berkembang. Kenapa?

BACA JUGA: 11 Ayat Alquran Tentang Bersyukur beserta Terjemahannya

1. Energi Habis untuk Membenci

Orang yang sibuk iri akan menghabiskan energi untuk memperhatikan hidup orang lain. Bukannya fokus bekerja atau berusaha, justru waktunya habis untuk stalking, membandingkan, dan mengeluh. Akibatnya, rezeki yang mestinya bisa diraih dengan kerja keras jadi tertunda.

2. Menghalangi Syukur

Rezeki itu datang bukan hanya lewat uang, tapi juga lewat rasa cukup dan hati yang tenang. Dengki membuat kita tidak pernah merasa cukup. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman: “Jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambah nikmat kepadamu…” (QS. Ibrahim: 7). Nah, orang yang sibuk dengki justru tidak bisa bersyukur. Bagaimana mungkin rezekinya ditambah?

https://s.shopee.co.id/7KvaJs8XcK

3. Menutup Silaturahmi

Banyak ulama menekankan bahwa salah satu pintu rezeki adalah silaturahmi. Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi.” (HR. Bukhari-Muslim). Orang yang dengki biasanya sulit menjaga hubungan baik. Ia tidak senang melihat orang lain bahagia, sehingga lama-lama hubungan sosialnya rusak. Kalau jaringan sosialnya rusak, peluang rezeki pun ikut sempit.

4. Menutup Pintu Doa

Dalam pandangan spiritual, hati yang kotor bisa menghalangi doa. Ulama seperti Syekh Ibnu Taimiyah pernah mengatakan, “Hati yang dipenuhi kebencian sulit untuk khusyuk dalam doa.” Padahal doa adalah salah satu kunci datangnya rezeki. Kalau hati sudah busuk karena iri, bagaimana doa bisa terangkat?

Bahaya Dengki

Islam dengan tegas memperingatkan kita soal bahaya iri dengki. Rasulullah SAW bersabda:
“Janganlah kalian saling mendengki, saling membenci, dan saling membelakangi, tetapi jadilah hamba Allah yang bersaudara.” (HR. Muslim).

Para ulama juga sering menyebut dengki sebagai “api dalam sekam.” Ia perlahan membakar pahala, kedamaian, bahkan keberkahan hidup. Imam Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa orang yang dengki sebenarnya sedang menentang takdir Allah, karena ia tidak rela Allah memberi nikmat pada orang lain. Bagaimana mungkin orang seperti ini mendapatkan tambahan nikmat, jika ia saja tidak ridha dengan pemberian Allah?

Jalan Keluar: Mengobati Dengki

Nah, kabar baiknya, penyakit hati ini bisa diobati. Beberapa cara menurut para ulama:

1. Belajar Bersyukur

Biasakan menuliskan hal-hal kecil yang kita syukuri setiap hari. Semakin sering melatih syukur, hati kita akan sibuk menghargai nikmat sendiri daripada melirik nikmat orang lain.

2. Mendoakan Orang yang Dihasadi

Imam Al-Ghazali menyarankan agar ketika kita merasa iri, segera doakan kebaikan untuk orang itu. Misalnya: “Ya Allah, berkahi rezekinya, dan berikan aku rezeki dari jalan-Mu yang halal.” Ini memang sulit, tapi efektif untuk melembutkan hati.

3. Fokus pada Usaha Diri

Ingat, setiap orang punya jalan rezeki yang berbeda. Alih-alih membandingkan, lebih baik fokus pada apa yang bisa kita lakukan hari ini.

4. Ingat Bahwa Rezeki Sudah Diatur Allah

BACA JUGA: Istri yang Pandai Bersyukur, Bukan Banyak Menuntut

Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah jiwa akan mati sebelum sempurna rezekinya.” Jadi tidak ada gunanya iri. Rezeki kita tidak akan tertukar.

Dengki, Musuh Rezeki

Dari uraian di atas, jelas bahwa iri dan dengki bukan hanya merusak hati, tapi juga bisa menghambat rezeki. Islam mengajarkan kita untuk bersyukur, ridha, dan menjaga hati agar tetap bersih. Dengan begitu, pintu rezeki lebih mudah terbuka, entah lewat kesehatan, ketenangan batin, atau materi.

Jadi, daripada sibuk mengintip keberhasilan orang lain, lebih baik fokus memperbaiki diri. Sebab, rezeki sudah Allah siapkan untuk masing-masing hambanya. Tugas kita hanyalah berusaha, bersyukur, dan berdoa. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *