RASULULLAH Muhammad ﷺ adalah teladan sempurna dalam segala aspek kehidupan, baik dalam ibadah, akhlak, maupun penampilan. Bahkan hal yang terlihat sederhana seperti gaya rambut beliau pun tercatat dalam hadis-hadis shahih dan menjadi bagian dari sunnah yang penuh hikmah. Gaya rambut Rasulullah bukan sekadar perkara lahiriah, melainkan juga mengandung nilai kesederhanaan, kerapian, dan fitrah manusia.
Rambut Rasulullah dalam Riwayat Hadis
Beberapa riwayat sahih menjelaskan bahwa rambut Rasulullah ﷺ panjangnya terkadang sampai menyentuh telinga, pundak, atau berada di antara keduanya. Dalam hadis riwayat Imam Muslim disebutkan: “Rasulullah ﷺ memiliki rambut yang panjang hingga pertengahan antara telinga dan bahunya.” (HR. Muslim)
Dalam riwayat lain dari Anas bin Malik RA disebutkan bahwa rambut Nabi ﷺ kadang menyentuh pundak beliau, terutama saat beliau membiarkannya memanjang. Hal ini menunjukkan bahwa Rasulullah tidak terikat dengan satu model tertentu, melainkan menyesuaikan dengan keadaan.
Ciri Khas Rambut Nabiﷺ
Rambut Rasulullah ﷺ dikenal lurus agak bergelombang (tidak keriting dan tidak terlalu lurus). Beliau merapikannya, menyisirnya, dan menjaga kebersihannya. Anas bin Malik RA meriwayatkan: “Aku tidak pernah menyentuh sutra yang lebih lembut dari telapak tangan Rasulullah, dan aku tidak pernah mencium bau yang lebih harum dari aroma Rasulullah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini mengisyaratkan bahwa rambut dan tubuh Rasulullah ﷺ memiliki keharuman alami. Beliau juga menggunakan minyak rambut, sebagaimana diriwayatkan, sehingga rambutnya tampak rapi dan bercahaya.
Kesederhanaan dalam Penampilan
Walaupun beliau adalah pemimpin umat, Rasulullah ﷺ tidak pernah berlebihan dalam berhias. Rambutnya terawat dengan sederhana, disisir dengan baik, dan sesekali diikat bila terlalu panjang. Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan bahwa terkadang Nabi membelah rambutnya di tengah sebagaimana kebiasaan ahli kitab, dan terkadang membiarkannya terurai. Hal ini menandakan fleksibilitas dan tidak adanya keterikatan pada satu gaya tertentu.
Hikmah dari Sunnah Rasulullah
Meneladani gaya rambut Rasulullah bukan berarti sekadar meniru bentuk fisiknya, melainkan mengambil nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Beberapa hikmah yang bisa diambil antara lain:
1. Menjaga kebersihan – Islam sangat menekankan kebersihan, termasuk rambut. Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan.” (HR. Muslim).
2. Kesederhanaan – Rambut Nabi ﷺ menunjukkan gaya yang rapi namun sederhana, tidak berlebihan.
3. Mengikuti fitrah – Rambut adalah bagian dari fitrah manusia. Dengan merawatnya, seorang muslim menjalankan sunnah dan menjaga kehormatan dirinya.
BACA JUGA: Seberapa Kaya Rasulullah Muhammad ﷺ?
Penutup
Gaya rambut Rasulullah ﷺ mencerminkan perpaduan antara kerapian, kesederhanaan, dan keindahan. Beliau merawat rambutnya tanpa berlebihan, menggunakan minyak, menyisir, dan terkadang membiarkannya hingga menyentuh pundak. Sunnah ini mengajarkan kepada umat Islam untuk menjaga penampilan tanpa melampaui batas.
Dengan demikian, meneladani gaya rambut Rasulullah bukan hanya soal bentuk rambut, tetapi bagaimana seorang muslim menjaga kebersihan, kerapian, dan kesederhanaan sebagai cermin akhlak mulia.[]
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

