DALAM kehidupan sehari-hari, kita sering menghadapi momen berpamitan. Entah itu saat hendak pergi kerja, pulang kuliah, berpamitan dengan orang tua di rumah, atau sekadar meninggalkan teman setelah nongkrong. Banyak orang menganggap hal ini sepele, bahkan kadang lupa mengucapkan salam ketika pergi atau berpisah. Padahal, dalam Islam, ucapan salam bukan hanya sekadar basa-basi, melainkan doa yang sarat dengan keberkahan.
Salam: Lebih dari Sekadar Sapaan
Ucapan salam “Assalāmu ‘alaikum” memiliki arti yang sangat dalam: “Semoga keselamatan dan rahmat Allah tercurah untukmu.” Bukan hanya doa keselamatan di dunia, tetapi juga doa perlindungan dan kedamaian di akhirat.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman, dan kalian tidak akan beriman hingga kalian saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang jika kalian lakukan, kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim)
BACA JUGA: Apa Hukum Tidak Ucapkan Salam saat Nama Nabi Muhammad Disebut?
Hadis ini menegaskan bahwa salam bukan sekadar kata-kata, melainkan sarana menumbuhkan cinta, kasih sayang, dan ukhuwah di antara sesama Muslim. Termasuk ketika kita hendak berpisah, salam adalah doa agar hubungan tetap terjaga meski fisik kita berjarak.
Salam Perpisahan dalam Al-Qur’an
Al-Qur’an juga mengajarkan bahwa salam adalah doa kebaikan. Dalam surah An-Nur ayat 61 disebutkan:
“Apabila kamu memasuki rumah-rumah, hendaklah kamu memberi salam kepada dirimu sendiri (yakni orang-orang yang beriman) dengan salam yang penuh keberkahan dan kebaikan dari Allah.”
Ayat ini menunjukkan bahwa salam adalah doa penuh berkah. Jika memasuki rumah saja dianjurkan mengucap salam, maka berpamitan untuk meninggalkan rumah atau pertemuan pun sudah semestinya disertai salam, agar keberkahan tetap menyertai langkah kita.
Berpamitan dengan Salam: Menjaga Hati yang Tinggal dan Pergi
Ketika seseorang pergi tanpa berpamitan, seringkali menimbulkan tanda tanya atau rasa kurang nyaman bagi yang ditinggalkan. Namun dengan salam, suasana perpisahan menjadi tenang. Yang pergi merasa didoakan, yang ditinggalkan merasa dihargai.
Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menjelaskan, salam adalah doa sekaligus bentuk penghormatan. Dengan salam, seorang Muslim meletakkan doa keselamatan bagi saudaranya di awal maupun akhir perjumpaan. Maka berpamitan dengan salam adalah salah satu adab yang dijunjung tinggi.
Salam, Malaikat, dan Keberkahan
Dalam sebuah riwayat, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Apabila seseorang masuk rumah lalu memberi salam, maka malaikat akan menjawab salamnya dan setan berkata: ‘Tidak ada tempat bermalam bagimu dan tidak ada makan malam bagimu di sini.’” (HR. Bukhari dalam Al-Adab al-Mufrad).
Hadis ini memberi gambaran bahwa salam bukan hanya menyentuh hati manusia, tetapi juga berdampak pada lingkungan spiritual. Malaikat ikut mendoakan, sementara setan terusir. Maka, saat berpisah dan berpamitan, ucapan salam bisa menghadirkan keberkahan sekaligus perlindungan.
Hikmah Berpamitan dengan Salam
Ada beberapa hikmah ketika kita membiasakan diri berpamitan dengan salam:
1. Menumbuhkan kasih sayang – Salam adalah doa kebaikan, dan doa selalu mendekatkan hati.
2. Menjaga hubungan sosial – Salam memberi kesan baik saat berpisah, sehingga hubungan tidak terasa kaku.
3. Menghadirkan keberkahan – Karena salam adalah doa, Allah bisa mengabulkan doa itu untuk keselamatan dan rahmat.
4. Membiasakan adab Islami – Muslim yang baik terlihat dari kebiasaan kecilnya, termasuk dalam hal salam.
Kadang kita malu atau merasa kaku mengucapkan salam ketika berpamitan, apalagi di lingkungan yang terbiasa dengan ucapan seperti “bye”, “see you”, atau “dadah.” Tidak ada yang salah dengan kata-kata itu, tetapi jika ditambahkan salam Islami, keberkahannya lebih besar.
Misalnya, saat pulang kuliah kepada teman, cukup berkata: “Assalāmu ‘alaikum, hati-hati ya di jalan.” Atau kepada orang tua sebelum pergi: “Assalāmu ‘alaikum, doakan saya ya.” Kata-kata sederhana ini bisa menjadi sebab turunnya doa dan keberkahan dari Allah.
Salam sebagai Investasi Akhirat
BACA JUGA: Makna Ucapan Fii Amanillah untuk Orang yang akan Bepergian
Berpamitan dengan salam bukan sekadar rutinitas, melainkan ibadah ringan yang bernilai besar. Al-Qur’an, hadis Nabi, dan pendapat ulama menegaskan bahwa salam adalah doa yang mendatangkan rahmat Allah dan mengusir gangguan setan.
Dalam pandangan Islam, salam bukan hanya ucapan di awal perjumpaan, tapi juga saat perpisahan. Ia menjadi pengikat hati, perekat persaudaraan, dan sumber keberkahan.
Maka, mulai sekarang mari biasakan diri berpamitan dengan salam. Satu kalimat sederhana, tapi bisa menjadi investasi doa, keberkahan, dan pahala. Bukankah kita semua ingin pergi dengan doa kebaikan menyertai langkah, dan ditinggalkan dengan hati yang tenang? []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE
