Seri Pendidikan Anak
PERNAHKAH kita membayangkan Rasulullah ﷺ—manusia agung, pemimpin umat, penghubung langit dan bumi—justru begitu rendah hati di hadapan anak-anak? Tidak hanya kepada putra-putri kaum Muslimin, tetapi juga kepada cucunya sendiri, Hasan dan Husain radhiyallāhu ‘anhumā.
Beliau tidak menjaga jarak sebagaimana lazimnya para pemimpin dunia yang kaku di hadapan keluarganya. Justru sebaliknya, rumah beliau dipenuhi dengan canda, gelak tawa, dan kasih sayang yang murni.
Suatu hari, Rasulullah ﷺ tampak sedang menggendong Hasan kecil di atas pundaknya. Beliau mencium wajah mungil itu, lalu membuka mulutnya sambil membuat gerakan seolah ingin menangkapnya. Hasan pun berlari ke sana ke mari, tertawa renyah, hingga akhirnya jatuh ke dalam dekapan kakeknya yang penuh cinta.
Ada kalanya beliau sedang berbaring, tiba-tiba Hasan dan Husain datang berlari. Keduanya naik ke atas perut Rasulullah ﷺ, menjadikan tubuh beliau sebagai arena bermain. Bahkan ketika beliau sujud dalam shalat, kedua cucunya itu memanjat punggung beliau. Rasulullah ﷺ tidak marah, tidak pula mengusir. Beliau menahan sujudnya lebih lama, seakan memberikan ruang bagi tawa anak-anaknya.

Jabir bin Abdillah meriwayatkan sebuah momen yang indah: Rasulullah ﷺ pernah merangkak di lantai, sementara Hasan dan Husain menaiki punggungnya. Beliau lalu bersabda dengan senyum, “Sebaik-baiknya unta adalah unta kalian berdua. Dan sebaik-baiknya penunggang adalah kalian berdua.”
Kalimat sederhana, tapi penuh kelembutan. Rasulullah ﷺ, pemimpin umat, rela menjadikan dirinya “unta mainan” hanya untuk menyenangkan hati dua cucu kecilnya.
Dalam riwayat lain, beliau pernah menimang Hasan sambil bersyair dengan suara manja: “Hai kecil, hai kecil, naiklah! Wahai si mata kecil, naiklah ke dadaku.”
Anak itu pun meletakkan kedua kakinya di atas dada beliau, sementara Rasulullah ﷺ membiarkan dirinya ditaklukkan dalam permainan cinta seorang kakek kepada cucunya.
Namun, ada satu hal penting yang Rasulullah ﷺ ajarkan dalam momen ini. Beliau menegur seorang wanita yang sedang menimang anaknya dengan sebutan yang tidak pantas: “Hai serigala kecil!”
Rasulullah ﷺ berkata lembut, “Jangan kau katakan ‘serigala’, karena ia adalah hewan buas dan pemangsa.”
Pesan ini sederhana, tapi mendalam. Kata-kata yang kita tanamkan kepada anak adalah doa dan harapan. Rasulullah ﷺ ingin anak-anak tumbuh dengan panggilan penuh kebaikan, bukan dengan istilah kasar yang bisa membekas pada jiwa mereka.
Dari semua peristiwa kecil ini, kita belajar bahwa Rasulullah ﷺ tidak hanya mengajarkan Islam dengan khutbah dan peperangan. Beliau juga menanamkan akhlak mulia melalui permainan, dekapan, ciuman, bahkan canda-canda kecil.
Beliau menurunkan kasih sayang yang hangat ke hati anak-anak, agar kelak mereka tumbuh bukan sebagai pribadi yang keras dan kejam, melainkan manusia yang lembut, penuh cinta, dan bijaksana.
Benarlah firman Allah: “Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS. Al-Qalam: 4)
BACA JUGA: Persiapan dan Teknik Praktis Bercerita Lisan agar Kuat Membentuk Karakter Anak
Refleksi untuk Kita Hari Ini
Seringkali orang tua zaman sekarang sibuk mengejar dunia, sementara anak-anak hanya kebagian sisanya: sisa tenaga, sisa waktu, bahkan sisa perhatian. Padahal, dari Rasulullah ﷺ kita belajar bahwa bercanda dengan anak, memeluknya, memanggil dengan nama yang baik, bahkan rela “direndahkan” oleh permainan kecil mereka, justru menjadi jalan menanamkan cinta dan akhlak.
Jika Nabi sebesar beliau masih mau merangkak agar cucunya tertawa, apa alasan kita untuk enggan bermain dengan anak-anak kita? Bila beliau menjaga kata-kata saat menimang, mengapa kita masih sering menjerit dengan panggilan kasar?
Mungkin inilah saatnya kita bercermin: kasih sayang bukan sekadar memberi nafkah, tetapi juga memberi hati. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

