Emang Kalo Belum Baligh Ga Boleh Shalat?

Jamiatun Hasanah
5 Min Read
Foto: Freepik

PERTANYAAN ini sering membuat penasaran, terutama bagi orang tua dan anak-anak yang sedang belajar tentang kewajiban dalam Islam.

Secara hukum Islam, anak yang belum baligh memang belum dibebani kewajiban syariat sebagai mukallaf. Artinya, jika mereka meninggalkan sholat, mereka belum berdosa. Namun, apakah ini berarti anak boleh dibiarkan begitu saja tanpa belajar sholat?

Jawabannya tentu tidak sesederhana itu. Mari kita bahas agar semakin memahami pentingnya mendidik anak untuk sholat sejak dini.

Pena Hukum yang Masih Terangkat

Dalam Islam, ada kondisi ketika seseorang belum dibebani tanggung jawab dosa atas perbuatannya. Salah satunya adalah anak kecil hingga mencapai usia baligh.

Rasulullah ﷺ bersabda, “Pena diangkat dari tiga golongan: orang yang tidur sampai ia bangun, anak kecil sampai ia bermimpi (baligh), dan orang gila sampai ia sembuh.” (HR. Abu Daud dan Ahmad).

BACA JUGA: Benarkah Anak Berpotensi Jadi Orang Sukses Kalau Rajin Beres-Beres Rumah?

Hadis ini menunjukkan bahwa anak yang belum baligh belum dibebani tanggung jawab hukum sebagaimana orang dewasa. Allah SWT memberikan kelonggaran kepada mereka sebelum mencapai usia yang menjadikannya wajib menjalankan syariat.

Namun, bukan berarti anak-anak boleh dibiarkan tumbuh tanpa mengenal ibadah. Justru, masa sebelum baligh merupakan waktu yang tepat untuk mengenalkan dan membiasakan mereka melaksanakan sholat.

Belum Wajib, tetapi Wajib Dilatih

Walaupun anak belum berdosa ketika meninggalkan sholat sebelum baligh, Islam mengajarkan pentingnya melatih mereka sejak dini.

Ibarat belajar naik sepeda, seseorang tidak akan langsung mahir tanpa latihan. Begitu pula dengan sholat. Anak perlu dibimbing agar mengenal gerakan, bacaan, dan tata cara sholat sebelum kewajiban itu berlaku atas dirinya.

Rasulullah ﷺ bersabda, “Perintahkanlah anak-anak kalian untuk sholat ketika berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka karena meninggalkannya ketika berusia sepuluh tahun, serta pisahkanlah tempat tidur mereka.” (HR. Abu Daud).

Banner Baju Gamis Anak Perempuan

Hadis ini memberikan panduan kepada orang tua untuk mendidik anak secara bertahap.

Pada usia tujuh tahun, anak mulai diperintahkan untuk melaksanakan sholat. Orang tua dapat mengenalkan gerakan, mengajarkan bacaan, mendampingi mereka beribadah, dan membangun kebiasaan sholat tepat waktu.

Ketika anak berusia sepuluh tahun, pembinaan kedisiplinan semakin ditekankan. Namun, pendidikan tetap harus dilakukan secara bijaksana, tanpa kekerasan yang mencederai atau membahayakan anak. Kasih sayang, keteladanan, dan kesabaran tetap menjadi bagian penting dalam mendidik mereka.

Mengapa Anak Harus Dilatih Sebelum Baligh?

Ada beberapa alasan mengapa pembiasaan sholat sejak dini sangat penting.

Membentuk kebiasaan baik

Kebiasaan yang ditanamkan sejak kecil akan lebih mudah melekat hingga dewasa. Jika anak baru belajar sholat setelah baligh, mereka mungkin merasa kesulitan karena belum terbiasa menjalankannya.

Menanamkan rasa cinta kepada Allah

Melatih anak sholat bukan sekadar mengajarkan gerakan fisik. Orang tua juga mengenalkan anak kepada Allah melalui doa, bacaan Al-Qur’an, dan berbagai bentuk ibadah. Dengan pendampingan yang baik, anak dapat memahami bahwa sholat merupakan bentuk penghambaan sekaligus kedekatan kepada Allah.

Menjadi ladang pahala bagi orang tua

Ketika anak belajar sholat dan melakukan kebaikan, mereka mendapatkan pahala atas amalnya. Orang tua yang membimbing dan mengajarkan kebaikan juga berpeluang memperoleh pahala dari upaya pendidikan tersebut, dengan izin Allah.

BACA JUGA: Kenapa Orang Tua Dulu Sering Membandingkan Anak?

Kesimpulan: Jangan Tunggu Anak Baligh untuk Mengajarkan Sholat

Jadi, jika ditanya apakah anak yang belum baligh boleh tidak sholat, secara hukum syariat mereka belum berdosa karena meninggalkannya.

Namun, membiarkan anak tumbuh tanpa diajarkan sholat merupakan kekeliruan dalam pendidikan agama.

Sholat sebelum baligh adalah masa menanam benih ketaatan. Orang tua perlu membimbing anak dengan kesabaran, memberikan teladan, dan membangun suasana ibadah yang menyenangkan.

Ketika memasuki usia baligh, diharapkan benih tersebut telah tumbuh menjadi kebiasaan yang kuat sehingga anak siap menjalankan kewajiban sholatnya.

Mendidik anak agar mencintai sholat bukan pekerjaan sehari dua hari. Dibutuhkan keteladanan, doa, kasih sayang, dan kesabaran yang terus-menerus.

Sebab, tujuan kita bukan sekadar membuat anak sholat, melainkan menumbuhkan kesadaran dalam dirinya bahwa sholat adalah kewajiban sekaligus kebutuhan seorang hamba kepada Allah SWT. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *