Waktu Terbaik Shalat Dhuha, Kapankan Itu?

Dini Koswarini
6 Min Read

SHALAT Dhuha merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah ﷺ. Shalat ini dikenal sebagai shalat yang mendatangkan keberkahan, melapangkan rezeki, serta menjadi tanda syukur seorang hamba kepada Allah. Banyak orang menanyakan, kapan sebenarnya waktu terbaik untuk mengerjakan shalat Dhuha? Apakah bisa dikerjakan sejak pagi sekali, ataukah lebih utama menundanya hingga menjelang siang?

Agar lebih jelas, mari kita bahas secara runtut mengenai awal waktu, akhir waktu, dan saat paling utama untuk melaksanakan shalat Dhuha berdasarkan penjelasan para ulama dan dalil-dalil yang shahih.

Awal Waktu Shalat Dhuha

Shalat Dhuha hanya bisa dilakukan setelah matahari terbit dengan sempurna. Para ulama menjelaskan bahwa awal waktu shalat Dhuha dimulai ketika matahari telah meninggi setinggi tombak, atau kira-kira 15–20 menit setelah matahari terbit.

Hal ini didasarkan pada larangan Nabi ﷺ untuk shalat ketika matahari baru saja terbit, karena waktu itu termasuk waktu terlarang. Maka, setelah matahari meninggi sedikit, barulah shalat Dhuha boleh dikerjakan.

Contohnya, jika matahari terbit pukul 06.00 pagi, maka shalat Dhuha bisa mulai dilaksanakan sekitar pukul 06.20 atau 06.30 pagi, tergantung kondisi daerah masing-masing.

BACA JUGA:  6 Rahasia dan Keutamaan Shalat Dhuha

Akhir Waktu Shalat Dhuha

Batas akhir waktu shalat Dhuha adalah sebelum matahari condong ke barat, yakni sebelum masuknya waktu Zuhur. Dengan kata lain, selama matahari masih berada di atas kepala dan belum tergelincir, seorang muslim masih boleh mengerjakan shalat Dhuha.

Jadi, ruang waktunya cukup panjang, sejak pagi setelah matahari terbit hingga mendekati Zuhur. Namun, di antara rentang waktu yang luas itu, ada saat-saat yang dianggap paling utama untuk melaksanakan shalat Dhuha.

Waktu yang Paling Utama

Meskipun shalat Dhuha boleh dilakukan sejak pagi, namun waktu terbaik dan paling utama adalah ketika matahari mulai terasa panas, yakni sekitar pukul 09.00 hingga 11.00 pagi.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Shalatul awwabin (shalatnya orang-orang yang kembali taat kepada Allah) adalah ketika anak-anak unta mulai kepanasan.” (HR. Muslim)

Hadits ini menjelaskan bahwa waktu paling utama adalah saat siang sudah mulai hangat, ketika sinar matahari terasa lebih terik. Dengan kata lain, semakin mendekati pertengahan siang (sebelum Zuhur), semakin besar pula keutamaan shalat Dhuha.

https://s.shopee.co.id/6Kxvb6YE1V

Hikmah Di Balik Waktu Utama Shalat Dhuha

Mengapa shalat Dhuha lebih utama dilakukan di waktu matahari mulai panas? Para ulama memberikan beberapa hikmah:

1- Waktu tersebut adalah puncak kesibukan manusia.

Banyak orang sudah mulai bekerja, mencari rezeki, atau sibuk dengan aktivitas dunia. Namun seorang hamba yang mau meluangkan waktunya untuk shalat di tengah kesibukan itu menunjukkan keikhlasan dan ketaatan luar biasa.

2- Melatih kesabaran dan keteguhan hati.

Saat panas mulai menyengat, tubuh biasanya cenderung malas dan ingin beristirahat. Tapi seorang hamba yang memilih berdiri menghadap Allah di waktu itu menandakan kesungguhan dan keseriusan dalam ibadah.

3- Tanda syukur atas nikmat tubuh.

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa setiap sendi manusia wajib disyukuri setiap harinya, dan shalat Dhuha bisa menjadi pengganti sedekah untuk semua sendi tersebut.

Keutamaan Shalat Dhuha

Selain waktu pelaksanaannya yang istimewa, shalat Dhuha memiliki banyak keutamaan, di antaranya:

1- Dicukupkan rezeki.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Allah berfirman: Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat rakaat di awal siangmu, maka Aku akan cukupkan kebutuhanmu di akhir harimu.” (HR. Ahmad)

2- Sebagai sedekah untuk seluruh persendian.

Nabi ﷺ bersabda: “Setiap pagi, setiap persendian dari salah seorang di antara kalian wajib disedekahi. … Semua itu bisa digantikan dengan dua rakaat shalat Dhuha.” (HR. Muslim)

3- Dianggap sebagai shalat orang yang taat (shalatul awwabin).

Sebagaimana disebutkan dalam hadits Muslim di atas, shalat Dhuha menjadi ciri orang yang selalu kembali kepada Allah.

4- Mendekatkan diri kepada Allah dan menambah ketenangan hati.

Shalat sunnah ini bukan hanya menambah pahala, tapi juga membawa ketenangan batin, karena seseorang telah memulai hari dengan dzikir, doa, dan penghambaan kepada Allah.

Jumlah Rakaat Shalat Dhuha

Shalat Dhuha bisa dikerjakan minimal dua rakaat dan maksimal dua belas rakaat. Rasulullah ﷺ kadang mengerjakan dua rakaat, kadang empat rakaat, dan dalam beberapa riwayat disebutkan hingga delapan rakaat. Semakin banyak rakaat yang dikerjakan, semakin besar pula pahalanya.

BACA JUGA: Lebih Utama Shalat Dhuha di Rumah atau di Kantor?

Penutup

Shalat Dhuha adalah amalan ringan namun memiliki keutamaan yang besar. Waktunya dimulai sejak matahari naik setinggi tombak hingga menjelang Zuhur. Namun, waktu yang paling utama adalah ketika matahari sudah mulai panas, sekitar pukul 09.00–11.00 pagi.

Di saat banyak orang sibuk dengan urusan dunia, seorang hamba yang menyempatkan diri untuk shalat Dhuha mendapatkan kedudukan istimewa di sisi Allah. Sebab, shalat ini bukan hanya menambah pahala, tapi juga menjadi sebab dilapangkannya rezeki dan sebagai tanda syukur atas nikmat tubuh.

Oleh karena itu, jangan sampai kita meremehkan shalat Dhuha. Luangkan waktu di tengah kesibukan untuk menegakkannya, karena di situlah terdapat keberkahan hidup.

📌 Kesimpulan singkat:

Awal waktu: ±20 menit setelah matahari terbit.

Akhir waktu: sebelum Zuhur.

Waktu terbaik: saat matahari mulai panas (sekitar pukul 09.00–11.00 pagi). []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *