Keutamaan Istirahat di Siang Hari (Qailulah)

Umar Faqih
3 Min Read
Foto: Freepik

DALAM ajaran Islam, setiap aspek kehidupan manusia memiliki tuntunan yang indah dan bermanfaat. Salah satu sunnah yang sering dilupakan adalah qailulah, yaitu tidur atau istirahat sejenak di waktu siang, khususnya sebelum waktu Zhuhur. Rasulullah ﷺ dan para sahabat menjadikan qailulah sebagai kebiasaan yang membawa manfaat, baik secara spiritual maupun kesehatan.

Sunnah Rasulullah ﷺ

Dalam sebuah hadits disebutkan: “Qailulah-lah kalian, karena sesungguhnya setan tidak melakukan qailulah.” (HR. Thabrani).
Hadits ini menunjukkan bahwa qailulah bukan hanya sekadar istirahat, tetapi juga pembeda antara kebiasaan orang beriman dengan setan. Qailulah memberikan kesempatan bagi tubuh dan jiwa untuk kembali segar dalam beribadah dan beraktivitas.

BACA JUGA: Apa yang Terjadi kalau Kamu Tidak Tidur selama 2 x 24 Jam Terus-menerus?

Manfaat Kesehatan Qailulah

Secara medis, istirahat siang memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Penelitian modern menyebutkan bahwa tidur singkat sekitar 15–30 menit di siang hari mampu meningkatkan daya konsentrasi, memperbaiki suasana hati, serta menambah energi. Otak manusia, setelah digunakan sejak pagi, membutuhkan jeda agar tetap fokus dan produktif.

Qailulah juga dapat menurunkan risiko penyakit jantung. Studi menunjukkan bahwa orang yang rutin tidur siang singkat memiliki tekanan darah lebih stabil dibanding yang tidak pernah melakukannya. Selain itu, qailulah membantu memperkuat daya ingat dan sistem kekebalan tubuh.

Bagi pekerja keras atau pelajar, qailulah menjadi “charger alami” yang membuat tubuh kembali bertenaga untuk menyelesaikan aktivitas hingga malam hari, termasuk ibadah seperti shalat malam.

Hikmah Spiritual Qailulah

Selain manfaat fisik, qailulah juga memiliki dimensi ruhiyah. Dengan beristirahat sejenak di siang hari, seorang muslim mempersiapkan diri agar lebih khusyuk dalam melaksanakan ibadah. Rasulullah ﷺ biasa tidur sejenak sebelum Zhuhur agar mampu bangun di sepertiga malam terakhir untuk qiyamul lail.

Qailulah juga mengajarkan kita pentingnya menjaga keseimbangan antara dunia dan akhirat. Islam tidak hanya menganjurkan bekerja keras, tetapi juga memberikan ruang bagi tubuh untuk beristirahat. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman: “Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat.” (QS. An-Naba’: 9).
Ayat ini menegaskan bahwa tidur adalah nikmat dan kebutuhan yang harus dipenuhi dengan cara yang benar.

Praktik Qailulah yang Tepat

Agar qailulah bermanfaat, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

Waktu: Dilakukan sebelum Zhuhur, sekitar pukul 11.00–12.00 siang.

Durasi: Cukup 15–30 menit, jangan terlalu lama agar tidak mengganggu tidur malam.

Niat: Luruskan niat, bahwa qailulah dilakukan untuk menjaga kesehatan sekaligus mengikuti sunnah Nabi ﷺ.

BACA JUGA: Kenapa Tidur Waktu Sore atau Ashar Itu Tidak Dianjurkan?

Penutup

Qailulah adalah contoh nyata bagaimana Islam mengajarkan keseimbangan hidup. Sunnah ini bukan hanya tradisi, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan yang telah terbukti secara ilmiah. Dengan membiasakan qailulah, seorang muslim tidak hanya mendapatkan tubuh yang segar dan jiwa yang tenang, tetapi juga pahala karena mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ.

Oleh karena itu, mari kita hidupkan kembali sunnah qailulah sebagai bagian dari gaya hidup sehat islami. Dengan niat yang benar, insyaAllah, qailulah akan menjadi sumber keberkahan dalam aktivitas sehari-hari.[]

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *