Maksud Hadist “Ipar Adalah Maut”

Yudi
By Yudi
4 Min Read
Foto: Freepik

SERING kali kita mendengar sabda Rasulullah ﷺ yang menyebutkan, “Ipar adalah maut.” Sebuah ungkapan singkat namun penuh makna yang sarat dengan peringatan. Hadis ini diriwayatkan dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:

Rasulullah ﷺ bersabda, “Berhati-hatilah kalian masuk menemui wanita.”
Lalu seorang laki-laki Anshar bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana dengan ipar?”
Beliau menjawab, “Ipar adalah maut.” (HR. Bukhari no. 5232, Muslim no. 2172)

Pertanyaan pun muncul: apa maksud dari sabda Nabi ﷺ ini? Mengapa ipar disebut sebagai maut?

Makna “Ipar Adalah Maut”

Dalam penjelasan para ulama, istilah hamwu yang disebutkan dalam hadis tidak terbatas hanya pada ipar (saudara laki-laki dari suami). Maknanya lebih luas, yaitu mencakup kerabat dekat suami yang bukan mahram bagi istri, seperti sepupu, paman dari pihak suami, atau keponakan suami.

BACA JUGA: Siapa Saja Mahram untuk Seorang Muslim?

Al-Laits rahimahullah berkata bahwa al-hamwu adalah ipar dan kerabat dekat suami lainnya. Hal ini menegaskan bahwa ipar bukanlah mahram bagi istri, sehingga hubungan di antara keduanya tetap terikat aturan syariat.

Mengapa kemudian Nabi ﷺ menyebut ipar sebagai maut? Imam Nawawi menjelaskan dalam Syarh Muslim, maksudnya adalah bahayanya lebih besar daripada laki-laki asing biasa. Sebab, ipar atau kerabat dekat suami lebih sering keluar-masuk rumah tanpa banyak kecurigaan. Kondisi inilah yang dapat menjerumuskan pada fitnah besar, hingga membawa kerusakan seperti kematian.

Ibnul Qayyim rahimahullah juga memberi nasihat serupa: “Syariat sangat menutup pintu-pintu yang bisa mengantarkan pada zina. Karena syaitan masuk dari celah yang dianggap aman.” Maka kedekatan dengan ipar yang tidak dijaga batasnya, justru bisa menjadi celah berbahaya.

Larangan Berduaan dengan Bukan Mahram

Hadis tentang ipar ini sejalan dengan sabda Nabi ﷺ yang lain:

“Janganlah salah seorang dari kalian berduaan dengan seorang wanita (yang bukan mahramnya), karena setan adalah orang ketiganya.” (HR. Ahmad 1:18, dinyatakan sahih oleh Syaikh Syu’aib Al-Arnauth)

Berduaan (khalwat) dengan ipar sama bahayanya dengan berduaan dengan laki-laki asing lainnya. Bahkan lebih berisiko, karena biasanya ipar lebih bebas keluar masuk rumah. Karena itu Rasulullah ﷺ memberi peringatan dengan kata yang sangat keras: maut.

Namun, para ulama menjelaskan bahwa jika ada orang ketiga yang menemani—misalnya ada mahram lain atau beberapa wanita—maka hilanglah sebab yang mengundang fitnah. Meski begitu, tetap dianjurkan untuk menjaga adab pergaulan agar tidak membuka pintu keburukan sedikit pun.

Nasihat Ulama Salaf tentang Menjaga Diri

Ulama salaf sangat menekankan pentingnya menutup celah fitnah sejak awal. Al-Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata: “Jauhilah sebab-sebab maksiat, karena sulit bagimu untuk menahan akibatnya.” Ucapan ini sangat relevan dengan kondisi ipar, sepupu, atau kerabat dekat lain yang bukan mahram: jika celah pergaulan dibiarkan, akibatnya bisa fatal.

Ibnu Sirin rahimahullah pun pernah berpesan: “Janganlah seseorang merasa aman dari fitnah, meskipun ia orang yang paling kuat imannya.” Artinya, meskipun kita yakin bisa menjaga diri, tetap tidak boleh sembrono dalam bergaul dengan lawan jenis yang bukan mahram.

BACA JUGA:  Makna Setiap Gerakan Sholat

Penutup

Hadis “ipar adalah maut” adalah peringatan Nabi ﷺ agar umat Islam berhati-hati dalam pergaulan keluarga. Makna maut di sini bukan berarti ipar itu buruk, melainkan menunjukkan betapa bahayanya fitnah yang mungkin timbul jika batasan syariat dilanggar.

Karena itu, menjaga hijab, menghindari khalwat, dan membatasi interaksi dengan lawan jenis yang bukan mahram adalah bagian dari ketaatan kepada Allah. Sebagaimana perkataan Umar bin Abdul Aziz rahimahullah: “Takutlah engkau kepada Allah dalam urusan yang kecil, niscaya Allah akan menjagamu dari perkara yang besar.”

Semoga kita senantiasa dilindungi Allah dari fitnah yang tersembunyi maupun yang nyata.

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *