Dalam 1 Malam, Shalat Witir Tidak Boleh Lebih dari 1 Kali?

Yudi
By Yudi
3 Min Read
Foto: Freepik

SHALAT adalah kewajiban utama seorang Muslim, tiang agama yang menjadi penentu baik atau buruknya amal seseorang. Namun selain shalat wajib, Islam juga menghadirkan berbagai amalan sunnah yang berfungsi sebagai pelengkap. Salah satu di antaranya adalah shalat sunnah witir, shalat yang Rasulullah ﷺ sangat tekankan untuk dikerjakan, hingga sebagian ulama menyebutnya sebagai ibadah yang mendekati wajib.

Shalat Sunnah Sebagai Pelengkap

Kita sering mendengar bahwa shalat sunnah berfungsi untuk menyempurnakan shalat wajib. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ dalam hadis riwayat Abu Hurairah, bahwa amal pertama yang dihisab dari seorang hamba adalah shalat wajib. Jika ada kekurangan, Allah berfirman kepada para malaikat-Nya: “Lihatlah, apakah hamba-Ku memiliki shalat sunnah? Maka sempurnakanlah shalat wajibnya dengan shalat sunnahnya.” (HR. Abu Dawud dan an-Nasa’i).

Inilah mengapa shalat sunnah, meski tidak wajib, memiliki kedudukan agung. Ia menjadi penyempurna yang mampu menutupi kekurangan shalat wajib kita.

BACA JUGA:  Kapan Makmum Baca Al-Fatihah ketika Shalat Berjamaah?

Kedudukan Shalat Witir

Di antara shalat sunnah, witir menempati tempat istimewa. Rasulullah ﷺ bersabda: “Witir itu benar adanya. Barang siapa yang tidak witir, maka ia bukan bagian dari golongan kami.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud).

Hadis ini menunjukkan betapa Nabi ﷺ sangat menganjurkan umatnya untuk tidak meninggalkan shalat witir. Ulama salaf bahkan memiliki kebiasaan kuat dalam menjaga witir. Imam Ahmad bin Hanbal berkata: “Barang siapa yang meninggalkan witir, ia adalah seorang yang buruk, tidak pantas kesaksiannya.” (Al-Mughni, Ibn Qudamah).

https://s.shopee.co.id/6Kxvb6YE1V

Waktu Pelaksanaan Witir

Shalat witir bisa dilakukan setelah shalat Isya hingga menjelang Subuh. Bagi yang khawatir tidak bisa bangun di akhir malam, dianjurkan untuk melaksanakannya sebelum tidur. Namun, bagi mereka yang yakin mampu bangun malam, lebih utama melaksanakan witir di akhir malam.

Imam Hasan al-Bashri berkata: “Shalat witir di akhir malam lebih aku sukai, meski witir di awal malam tetap sah.” Ini menunjukkan fleksibilitas pelaksanaannya sesuai kemampuan hamba.

Tidak Ada Dua Witir dalam Satu Malam

Satu hal yang perlu diperhatikan, Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa tidak boleh ada dua witir dalam satu malam. Beliau bersabda: “Tidak ada dua witir dalam satu malam.” (HR. At-Tirmidzi).

Maka, apabila seseorang sudah mengerjakan witir sebelum tidur, lalu terbangun di tengah malam dan ingin shalat sunnah, ia boleh melaksanakan shalat tahajud atau shalat sunnah lainnya, namun tidak perlu menutupnya lagi dengan witir. Witir yang pertama sudah cukup menjadi penutup malam itu.

BACA JUGA:   Hukum Shalat tapi Belum Hafal Bacaannya

Penutup

Shalat witir adalah ibadah yang sangat ditekankan oleh Rasulullah ﷺ. Ia merupakan penutup shalat malam yang penuh berkah, pelengkap shalat wajib yang sering kali masih jauh dari sempurna. Para ulama salaf menaruh perhatian besar pada witir, hingga tidak pernah meninggalkannya.

Bagi kita, menjaga witir berarti menjaga salah satu sunnah terkuat Nabi ﷺ. Sekecil apapun jumlah rakaatnya—satu, tiga, lima, atau lebih—shalat witir adalah tanda cinta seorang hamba kepada Rabb-nya. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *