Jangan Suka Gigit Es Batu, Ini Bahayanya!

Umar Faqih
4 Min Read
foto: Shutterstock

BANYAK orang memiliki kebiasaan menggigit es batu, terutama saat cuaca panas atau setelah menikmati minuman dingin. Aktivitas ini memang memberikan sensasi segar dan menyenangkan, namun di balik itu, terdapat berbagai risiko yang dapat mengancam kesehatan, terutama bagi gigi dan sistem tubuh secara keseluruhan. Menggigit es batu terlalu lama bukan hanya kebiasaan yang tampak sepele, tetapi juga bisa menimbulkan dampak jangka panjang jika dilakukan terus-menerus.

Salah satu risiko utama dari menggigit es batu adalah kerusakan pada lapisan enamel gigi. Enamel merupakan lapisan keras pelindung gigi yang berfungsi menjaga bagian dalam gigi agar tidak mudah rusak. Saat seseorang menggigit es batu yang keras dan dingin, tekanan besar yang diberikan pada enamel dapat menyebabkan retakan kecil (mikrofraktur).

Lama-kelamaan, retakan ini dapat memperlebar dan membuat gigi menjadi rapuh, sensitif terhadap suhu, bahkan mudah patah. Dalam kasus yang lebih parah, bagian gigi bisa terkelupas atau mengalami kerusakan permanen sehingga memerlukan perawatan medis seperti tambalan atau veneer.

BACA JUGA: Mengapa Menggosok Gigi Sangat Dianjurkan oleh Nabi Muhammad ﷺ?

Selain itu, suhu es yang sangat dingin dapat menyebabkan gigi menjadi sensitif. Saat enamel terkikis, lapisan dentin yang lebih lembut akan terbuka dan bereaksi terhadap perubahan suhu. Akibatnya, seseorang dapat merasakan nyeri tajam setiap kali mengonsumsi makanan atau minuman panas dan dingin. Kondisi ini dapat sangat mengganggu aktivitas sehari-hari dan membuat seseorang sulit menikmati makanan dengan nyaman.

Kebiasaan menggigit es batu juga dapat mengganggu struktur gigi dan rahang. Tekanan kuat dari menggigit benda keras berulang kali bisa menyebabkan gigi bergeser dari posisi semula atau menimbulkan nyeri pada sendi rahang (TMJ). Dalam beberapa kasus, hal ini bahkan dapat memicu sakit kepala akibat ketegangan otot di sekitar rahang.

Dari sisi kesehatan tubuh, kebiasaan menggigit es batu dalam jangka panjang bisa menjadi tanda kondisi medis tertentu, salah satunya adalah pica, yaitu gangguan makan di mana seseorang memiliki dorongan kuat untuk mengunyah benda non-makanan seperti es, tanah, atau kertas.

Pada banyak kasus, pica berkaitan dengan anemia defisiensi zat besi. Orang yang kekurangan zat besi sering kali merasa ingin menggigit es batu karena sensasi dinginnya diyakini membantu meredakan peradangan di mulut akibat anemia. Jika kebiasaan ini muncul terus-menerus, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebab pastinya.

BACA JUGA: Jangan Suka Gigit Kuku, Ini Dampak Negatifnya

Untuk mengatasi kebiasaan menggigit es batu, sebaiknya gantikan dengan alternatif yang lebih aman, seperti mengisap es batu perlahan tanpa menggigitnya, atau mengonsumsi minuman dingin tanpa es keras. Jika ingin mengurangi dorongan tersebut, pastikan tubuh terhidrasi dengan baik dan cukupi kebutuhan zat besi melalui makanan bergizi seperti daging merah, bayam, dan kacang-kacangan.

Kesimpulannya, menggigit es batu terlalu lama bukan hanya berisiko merusak gigi, tetapi juga bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan. Enamel yang retak, gigi sensitif, nyeri rahang, hingga kemungkinan anemia adalah dampak nyata dari kebiasaan ini. Dengan memahami risikonya dan mengubah kebiasaan menjadi lebih sehat, kita dapat menjaga kesehatan gigi dan tubuh secara keseluruhan.[]

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *