Ketika Wikipedia Menulis Ulang Zionisme Sebagai Proyek Kolonialis di Palestina

Nasrulloh Baksolahar
7 Min Read
Foto: Freepik

“Perang atas Palestina bukan hanya di medan perang, tetapi juga di halaman-halaman sejarah.”
— Edward Said

—

1. Sebuah Perubahan Sunyi di Dunia Digital

Perubahan kecil dalam satu paragraf di laman Wikipedia mungkin tampak sepele.
Namun ketika laman itu membahas Zionisme — sebuah ideologi yang melahirkan negara Israel dan membentuk salah satu konflik paling kompleks abad modern — setiap kata menjadi politis.

Beberapa pekan terakhir, Wikipedia bahasa Inggris mengubah deskripsi resminya tentang Zionism.
Kini tertulis:

“Zionisme adalah gerakan nasionalis yang muncul di Eropa akhir abad ke-19, yang berupaya membangun dan mendukung tanah air Yahudi melalui penjajahan Palestina … dengan tanah seluas mungkin, orang Yahudi sebanyak mungkin, dan orang Arab Palestina sesedikit mungkin.”

Dengan kata lain, Wikipedia — ensiklopedia daring terbesar di dunia, dibaca miliaran orang — kini menegaskan bahwa Zionisme adalah proyek kolonialis.

Sebuah pergeseran semantik yang kecil, namun mengguncang fondasi narasi global.

—

2. Zionisme: Dari Aspirasi Spiritual ke Proyek Politik

Zionisme lahir di Eropa pada akhir abad ke-19, di tengah kebangkitan nasionalisme dan meningkatnya antisemitisme.
Tokoh utamanya, Theodor Herzl, seorang jurnalis Yahudi Austria, menulis buku Der Judenstaat (Negara Yahudi) tahun 1896. Ia berargumen bahwa keselamatan orang Yahudi hanya mungkin jika mereka memiliki negara sendiri — “sebuah tanah air yang aman bagi bangsa yang telah terusir.”

Bagi Herzl dan generasi awal Zionis, Palestina adalah “tanah tanpa bangsa untuk bangsa tanpa tanah.”
Slogan itu kini dianggap menafikan keberadaan ratusan ribu penduduk Arab yang telah hidup di tanah tersebut selama berabad-abad.

Dari sinilah akar kontroversi muncul: apakah Zionisme adalah gerakan pembebasan bangsa yang teraniaya, atau kolonialisme baru yang datang dari Eropa ke Timur Tengah?

—

3. Narasi Resmi vs Narasi yang Direvisi

Versi Wikipedia bahasa Ibrani tetap mempertahankan definisi lama:

“Zionisme adalah gerakan dan ideologi nasional yang bertujuan untuk membangun dan mempertahankan tanah air bagi bangsa Yahudi di Tanah Israel… Ia menegakkan nilai demokrasi dan perdamaian.”

Sedangkan versi bahasa Inggris menambahkan kata-kata seperti “penjajahan Palestina” dan “mengurangi jumlah orang Arab.”
Bagi para pengamat, perubahan ini menandai pergeseran epistemologis — dari narasi teologis menuju analisis kolonial.

Ketua Organisasi Zionis Dunia, Yaakov Hagoel, menilai revisi itu sebagai “distorsi serius terhadap sejarah.”
Ia menegaskan:

“Zionisme lahir dari aspirasi akan kebebasan dan keamanan bagi kaum Yahudi, bukan penjajahan. Mereka yang mencoreng Zionisme sesungguhnya menantang hak setiap bangsa untuk menentukan nasibnya.”

Untuk Membaca Artikel Ini Lebih Lanjut, Silakan Klik gambar dibawah ini untuk Daftar Jadi Member, Hanya dengan Rp. 20.000 / Bulan

Share This Article