DALAM perjalanan hidup, manusia tidak pernah bisa lepas dari kebutuhan untuk berteman. Namun tidak semua pertemanan membawa kebaikan. Ada teman yang menuntun pada jalan ketaatan, tapi ada pula yang menyeret pada kelalaian dan dosa. Karena itulah para ulama salaf sangat berhati-hati dalam memilih sahabat.
Mereka memahami bahwa hati seseorang akan mengikuti agama dan akhlak sahabatnya. Rasulullah ﷺ pun telah mengingatkan, “Seseorang itu tergantung agama teman dekatnya, maka lihatlah siapa yang engkau jadikan teman.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).
Para ulama terdahulu menekankan bahwa berteman bukan sekadar soal kesenangan, melainkan soal keselamatan iman. Mereka memberi nasihat tentang siapa saja yang pantas dijadikan teman, dan siapa yang sebaiknya dijauhi agar hati tetap bersih dan istiqamah.
Sebab, teman bisa menjadi sebab turunnya rahmat — atau sumber datangnya fitnah. Maka, mengenali ciri-ciri orang yang tidak pantas dijadikan sahabat menurut para ulama adalah bagian dari menjaga diri dan menjaga agama.
1. Orang Ahli Maksiat dan Penggoda Dosa
Mereka akan menarikmu pada kelalaian dan menjauhkanmu dari ketaatan.
Al-Fudhail bin ‘Iyadh berkata:
“Jangan berteman dengan orang yang suka bermaksiat kepada Allah, karena orang yang bermaksiat itu tidak akan aman dari murka-Nya.”
Berteman dengan mereka seperti berjalan di tepi jurang: tampak indah tapi berbahaya.
2. Pengikut Hawa Nafsu dan Ahli Bid’ah
Mereka merusak agama dengan pemikiran yang menyimpang dan menyeret hati pada kebingungan.
Sufyan ats-Tsauri rahimahullah berkata:
“Bid’ah lebih dicintai Iblis daripada maksiat, karena maksiat masih bisa ditaubati, sedangkan bid’ah tidak dianggap dosa oleh pelakunya.”
Teman seperti ini bisa mencuri keyakinanmu tanpa kau sadari.
3. Orang Fasik yang Ringan Lisan dan Akhlaknya Buruk
Perkataannya melukai, perbuatannya mencederai, dan persahabatannya tidak membawa keberkahan.
Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu menasihati:
“Jangan kau dekati orang yang ringan lisannya, karena ia akan menjerumuskanmu dalam kesalahan.”
Hati akan keras bila terlalu sering mendengar keburukan.
4. Pecinta Dunia dan Pengejar Harta
Mereka menilai manusia dari manfaat dan keuntungan, bukan dari iman dan takwa.
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:
“Cinta dunia menumbuhkan banyak penyesalan, dan menjadikan sahabatmu hanya sahabat saat senang.”
Teman seperti ini hilang saat harta tak lagi berlimpah.
5. Orang Bodoh yang Tidak Tahu Batas
Niatnya mungkin baik, tapi kebodohannya lebih berbahaya daripada permusuhan orang alim.
Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata:
“Hati-hatilah terhadap teman yang bodoh, karena ia ingin berbuat baik kepadamu tapi justru mencelakakanmu.”
Ilmu menjaga niat, sedangkan kebodohan merusaknya.
6. Pendusta dan Pengadu Domba
Mereka memecah belah, menanam curiga, dan merusak hubungan dengan bisikan.
Abdullah bin Mubarak rahimahullah berkata:
“Jangan engkau jadikan pendusta sebagai teman, karena ia seperti bayangan: tak berguna saat gelap, dan tak bisa dipercaya saat terang.”
BACA JUGA: Pelan-Pelan Ditinggal Teman: Saat Hidup Membuka Jalan yang Tak Lagi Sama
Persahabatan dengannya hanya menumbuhkan kebencian.
7. Orang yang Melalaikanmu dari Akhirat
Mereka tampak menyenangkan, tapi perbincangan dengannya menghapus dzikirmu.
Yahya bin Mu’adz Ar-Razi berkata:
“Sahabat yang sejati ialah yang mengingatkanmu kepada Allah bila kau lupa, dan menolongmu taat bila kau ingat.”
Maka jauhilah siapa pun yang membuatmu lupa kepada Tuhanmu. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

