Yang Selalu Dilakukan Anak 90-an dari Maghrib sampai Menjelang Tidur

3 Min Read
Foto: Umar Faqih | Islampos

BAGI anak 90-an, jam antara Maghrib hingga menjelang tidur memiliki kenangan yang begitu khas dan sulit dilupakan. Waktu itu menjadi masa transisi dari hiruk-pikuk bermain di luar rumah menuju suasana hangat keluarga di malam hari. Tidak ada gawai, tidak ada media sosial, tidak ada game online. Justru karena keterbatasan itulah, masa itu terasa lebih hidup, lebih manusiawi, dan lebih membekas di ingatan.

1. “Sudah Maghrib, Pulang!”

Setiap anak 90-an pasti hafal momen ini. Saat adzan Maghrib berkumandang, suara orang tua memanggil dari kejauhan: “Pulang! Udah Maghrib!” Rasanya menyebalkan, apalagi kalau sedang seru-serunya bermain petak umpet atau kelereng. Tapi semua anak patuh—kalau tidak, ya bersiap menerima ancaman halus: “Nanti diculik wewe gombel.” Entah benar atau tidak, yang jelas efeknya manjur.

2. Mandi Kilat Sebelum Shalat

Biasanya tubuh sudah lengket karena habis main sore. Anak 90-an pun melakukan “mandi kilat”—cepat, dingin, dan sering tanpa sabun dengan alasan “kan nggak kotor-kotor amat”. Lalu buru-buru mengambil sarung, ikut shalat Maghrib bersama keluarga atau ke masjid dekat rumah.

3. Nonton Kartun Favorit

Setelah Maghrib, TV menjadi hiburan utama. Di era sebelum YouTube dan Netflix, jadwal TV adalah harga mati. Kalau terlewat, ya sudah, tinggal menunggu seminggu lagi. Ada yang menunggu Dragon Ball, Doraemon, Detective Conan, atau Power Rangers. Sambil makan gorengan atau teh hangat, waktu terasa sangat sempurna.

4. Mengaji Malam

Banyak anak 90-an yang punya jadwal mengaji selepas Maghrib atau Isya. Suasana TPQ dengan lampu bohlam kuning, suara teman membaca Iqra, dan guru mengaji yang tegas namun penuh kasih—semuanya menyimpan nostalgia tersendiri. Ada juga yang mengaji di rumah bersama orang tua, sambil menunggu adzan Isya.

5. Pekerjaan Rumah dan PR Sekolah

Setelah kartun berakhir, saatnya menulis PR, menggambar, atau menyalin tugas dari papan tulis. Buku bergaris, pensil 2B, lampu meja yang sedikit meredup—semua itu menjadi bagian rutinitas yang menempa kedisiplinan. Tidak ada Google, jadi kalau tidak tahu jawabannya biasanya bertanya ke kakak atau membuka buku LKS yang tebalnya seperti bantal.

6. Menjelang Tidur: Ritual Sederhana Penuh Kenangan

Sebelum tidur, biasanya anak 90-an:

minum susu hangat

mendengarkan dongeng dari orang tua

menonton acara TV keluarga seperti SCTV Drama, Layar Emas, atau Diary Anak 2000

BACA JUGA: Kenapa Nasyid Sekarang Mati?

atau sekadar bermain tebak-tebakan lampu sebelum benar-benar mengantuk

Tidak ada scrolling TikTok berjam-jam, tidak ada notifikasi, tidak ada kecemasan digital. Yang ada hanya kehangatan rumah dan ketenangan malam.

Penutup

Perjalanan dari Maghrib hingga tidur bagi anak 90-an adalah rangkaian momen sederhana yang membentuk karakter: disiplin, kebersamaan, dan keceriaan tanpa syarat. Kini semuanya tinggal kenangan—indah, hangat, dan tak tergantikan. Jika masa itu bisa diulang, pasti banyak yang ingin kembali merasakan betapa “sederhana itu membahagiakan.” []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

TAGGED:
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *