SETIAP kali sejarah awal Islam dibicarakan, satu pertanyaan hampir selalu muncul: apakah umat Islam terpecah sejak wafatnya Rasulullah ﷺ? Apakah benar terjadi konflik terbuka antara Abu Bakar dan Ali? Apakah kaum Muhajirin dan Anshar berhadap-hadapan dalam perebutan kekuasaan?
Pertanyaan-pertanyaan ini tidak lahir dari ruang kosong. Ia sering dibangun dari potongan-potongan riwayat yang dipisahkan dari konteks, lalu disusun ulang untuk menggambarkan seolah-olah umat Islam langsung terbelah sesaat setelah Rasulullah ﷺ wafat. Karena itu, diperlukan pembacaan yang utuh, kronologis, dan berbasis riwayat sahih agar fakta sejarah tidak dipelintir oleh narasi ideologis belakangan.
Detik-Detik Kritis Setelah Wafatnya Rasulullah ﷺ
Wafatnya Rasulullah ﷺ adalah guncangan terbesar yang pernah dialami umat Islam. Belum sempat duka mereda, persoalan besar langsung menghadang: siapa yang akan memimpin umat?
Para Sahabat memahami bahwa kekosongan kepemimpinan, walau hanya sesaat, berpotensi menimbulkan kekacauan. Karena itulah, sebagian besar Sahabat bersegera membicarakan persoalan ini di Saqifah Bani Sa‘idah.
Amr bin Huraits meriwayatkan sebuah dialog penting dengan Said bin Zaid. Ia bertanya:
“Kapan Abu Bakar dibaiat? Apakah engkau menyaksikan wafatnya Rasulullah ﷺ?”
BACA JUGA: 15 Fakta tentang Abu Bakar Ash-Shiddiq
Said bin Zaid menjawab:
“Ya. Pada hari wafatnya Rasulullah ﷺ. Mereka tidak ingin membiarkan satu bagian hari pun berlalu sementara mereka tidak berada di atas jamaah dan persatuan.”
Pernyataan ini penting. Ia menunjukkan bahwa kecepatan pengangkatan khalifah bukan ambisi politik, melainkan dorongan untuk menjaga persatuan umat di tengah krisis besar.
Apakah Ada Penolakan dari Muhajirin dan Anshar?
Pertanyaan berikutnya diajukan Amr bin Huraits:
“Apakah ada yang menyelisihi?”
Said bin Zaid menjawab:
“Tidak, kecuali orang-orang yang murtad atau hampir murtad. Kalau bukan karena Allah menyelamatkan mereka, niscaya sebagian orang Anshar akan tergelincir.”
Jawaban ini sering disalahpahami. Yang dimaksud dengan “sebagian orang Anshar” bukanlah mayoritas, apalagi seluruh Anshar. Para ulama sejarah—termasuk Ibnu Katsir—menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah Sya‘d bin Ubadah dan sebagian kecil pendukungnya, yang pada awalnya mengusulkan kepemimpinan dari kalangan Anshar.
Namun perbedaan pendapat itu tidak berkembang menjadi perpecahan. Setelah musyawarah berlangsung, Allah menyatukan hati mereka. Anshar menarik diri dari usulan tersebut dan akhirnya membaiat Abu Bakar tanpa pertumpahan darah, tanpa perang, dan tanpa konflik berkepanjangan.
Amr bin Huraits kembali bertanya:
“Apakah ada seorang Muhajirin yang berpangku tangan?”
Said bin Zaid menjawab tegas:
“Tidak. Mereka berbondong-bondong membaiatnya, tanpa Abu Bakar menyeru mereka.”
Ini menegaskan bahwa baiat Abu Bakar adalah konsensus luas, bukan paksaan segelintir orang.
Posisi Ali bin Abi Thalib: Fakta, Bukan Spekulasi
Salah satu isu paling sering dipelintir adalah hubungan antara Ali bin Abi Thalib dan Abu Bakar. Riwayat dari Urwah bin Zubair, dari Aisyah r.a., menjelaskan konteks yang sebenarnya.
Disebutkan bahwa ketika Fatimah r.a. wafat, Ali menguburkannya pada malam hari dan tidak memberitahukan Abu Bakar. Ali juga menyalatkannya sendiri. Pada masa Fatimah masih hidup, Ali mendapatkan perhatian besar dari masyarakat. Setelah wafatnya Fatimah, Ali merasa tidak nyaman dengan sikap sebagian orang yang menafsirkan jaraknya dengan Abu Bakar sebagai sikap oposisi.
Karena itu, Ali secara sadar dan terbuka berdamai dengan Abu Bakar dan membaiatnya.
Baiat ini sering disebut sebagai baiat kedua, setelah baiat umum di Saqifah. Namun penting dicatat: baiat Ali bukan karena tekanan, melainkan keputusan sadar demi persatuan umat.
Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wa an-Nihayah menambahkan fakta penting yang sering diabaikan:
Ali tidak pernah meninggalkan satu shalat pun di belakang Abu Bakar.
Ali mendampingi Abu Bakar ketika beliau keluar ke Dzul Qishshah untuk menghadapi kaum murtad, bahkan dengan pedang terhunus.
Fakta-fakta ini secara historis menafikan narasi permusuhan antara Ali dan Abu Bakar.
Riwayat Ath-Thabari: Baiat yang Elegan dan Spontan
Ath-Thabari meriwayatkan kisah yang sangat kuat secara simbolik. Dari sanadnya kepada Hubaib bin Abi Tsabit, disebutkan bahwa Ali sedang berada di rumahnya ketika mendengar kabar bahwa Abu Bakar telah duduk menerima baiat.
Ali segera keluar dari rumahnya dalam keadaan tergesa-gesa, bahkan tanpa mengenakan kain sarung dan selendang dengan sempurna. Ia tidak ingin terlambat. Ali langsung membaiat Abu Bakar, kemudian duduk di majelis tersebut dan mengutus seseorang untuk mengambil pakaiannya. Setelah pakaian itu dibawakan, barulah ia mengenakannya dan tetap duduk di tempatnya.
Riwayat ini menunjukkan keikhlasan, spontanitas, dan adab politik yang tinggi, jauh dari kesan keterpaksaan atau konflik.
BACA JUGA: Ketika Umar Bin Khaththab Jadi Khalifah, Wilayah-wilayah Ini Berhasil Ditaklukkan
Kesimpulan Historis
Jika seluruh riwayat ini dibaca secara utuh dan jujur, maka kesimpulan yang muncul sangat jelas:
1. Tidak terjadi perpecahan antara Abu Bakar dan Ali.
2. Tidak terjadi konflik struktural antara Muhajirin dan Anshar.
3. Perbedaan pendapat di Saqifah adalah musyawarah politik yang wajar, bukan perang kekuasaan.
4. Para Sahabat memiliki kesadaran kolektif yang tinggi untuk menjaga persatuan umat di atas kepentingan pribadi dan kelompok.
Narasi tentang konflik besar di awal Islam lebih banyak lahir dari pembacaan parsial dan agenda ideologis belakangan, bukan dari fakta sejarah yang utuh.
Sejarah justru mencatat satu hal yang jarang disorot:
bahwa generasi Sahabat, dengan segala perbedaan latar belakangnya, berhasil melewati momen paling kritis dalam sejarah Islam tanpa perang saudara, tanpa darah, dan tanpa kehancuran persatuan.
Dan itu adalah prestasi peradaban yang luar biasa. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

