Di Akhir Zaman, Wanita Lebih Banyak daripada Laki-Laki

Yudi
By Yudi
4 Min Read
Foto: Freepik

DI antara tanda-tanda besar yang disebutkan Rasulullah ﷺ tentang akhir zaman adalah perubahan komposisi manusia itu sendiri. Bukan hanya rusaknya akhlak, merajalelanya maksiat, atau diangkatnya ilmu, tetapi juga ketimpangan jumlah antara laki-laki dan perempuan. Banyak riwayat menyebutkan, pada suatu masa, jumlah wanita akan jauh lebih banyak dibandingkan laki-laki.

Fenomena ini bukan sekadar isu demografi, tetapi telah dikabarkan sebagai isyarat dekatnya Hari Kiamat. Sebagian ulama menjelaskan bahwa berkurangnya jumlah laki-laki disebabkan oleh banyaknya fitnah dan bencana yang menimpa mereka. Kaum laki-laki lebih sering berada di garis depan peperangan, konflik, dan kekacauan sosial, sehingga korban dari kalangan mereka jauh lebih besar. Sementara perempuan lebih banyak tersisa, hidup dalam masyarakat yang semakin rapuh.

BACA JUGA:  Bagaimana Nabi Isa Turun di Akhir Zaman Nanti?

Pendapat lain menyebutkan, dalam sejarah Islam, penaklukan wilayah yang luas juga berpengaruh pada bertambahnya jumlah perempuan. Tawanan perang dan budak perempuan pada masa lalu menjadikan seorang laki-laki dapat memiliki lebih dari satu perempuan dalam tanggungannya. Namun, para ulama menegaskan bahwa penyebab utama ketimpangan ini bukan semata faktor sosial atau sejarah.

Ibnu Hajar al-‘Asqalani rahimahullah menjelaskan bahwa secara makna zahir, banyaknya wanita dibanding laki-laki adalah tanda murni dari tanda-tanda Hari Kiamat. Artinya, ia terjadi karena kehendak Allah semata. Allah Maha Kuasa mengurangi kelahiran bayi laki-laki dan memperbanyak kelahiran bayi perempuan pada akhir zaman, tanpa harus terikat pada sebab-sebab yang biasa dipahami manusia.

Rasulullah ﷺ telah memberikan peringatan yang sangat jelas. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau bersabda:

“Hari Kiamat tidak akan terjadi sampai ilmu diangkat, kebodohan merajalela, khamr diminum, zina tersebar luas, kaum laki-laki berkurang, dan wanita semakin banyak, hingga lima puluh orang wanita berada di bawah tanggungan satu orang laki-laki.”

https://s.shopee.co.id/BNe5MhdZ4

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa perzinaan dianggap hal biasa, laki-laki semakin sedikit, dan wanita semakin banyak. Gambaran ini bukan hanya tentang jumlah, tetapi juga tentang hilangnya kepemimpinan, tanggung jawab, dan peran sejati laki-laki dalam menjaga agama dan keluarga.

Jika kita menengok kondisi dunia hari ini, sensus penduduk global dan statistik kelahiran menunjukkan adanya kecenderungan yang sejalan dengan kabar Nabi ﷺ. Di banyak wilayah, jumlah perempuan lebih dominan, sementara laki-laki banyak terseret dalam konflik, kriminalitas, kecanduan, dan kematian dini. Lebih dari itu, krisis moral dan rusaknya tatanan keluarga memperparah keadaan.

BACA JUGA: Dari Mana Saja Sumber Uang Haram di Akhir Zaman Ini?

Tanda-tanda ini seharusnya tidak hanya menjadi bahan diskusi, tetapi juga peringatan. Akhir zaman bukan sekadar tentang apa yang akan terjadi, melainkan tentang bagaimana seorang mukmin bersikap. Ketika fitnah semakin banyak dan keseimbangan manusia terguncang, maka yang paling selamat adalah mereka yang berpegang teguh pada iman, ilmu, dan amal saleh.

Karena pada akhirnya, tanda-tanda kiamat bukan untuk ditakuti semata, tetapi untuk menyadarkan: bahwa dunia sedang menuju akhirnya, dan setiap jiwa sedang menuju perjumpaan dengan Rabb-nya. []

Refrrensi: Kiamat Sudah Dekat/Dr. Muhammad al-Areifi/Penerbit : Qisthi Press

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *