GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) adalah kondisi ketika asam lambung naik ke kerongkongan secara berulang dan menimbulkan keluhan yang mengganggu. Penyakit ini sering dianggap sepele, padahal jika dibiarkan, GERD bisa menurunkan kualitas hidup dan memicu komplikasi serius. Untuk mencegahnya, penting bagi kita memahami apa saja penyebab GERD.
1. Melemahnya Katup Lambung (LES)
Penyebab utama GERD adalah melemahnya Lower Esophageal Sphincter (LES), yaitu otot cincin yang berfungsi menutup saluran antara kerongkongan dan lambung. Normalnya, katup ini hanya terbuka saat kita menelan makanan. Namun jika LES lemah atau sering terbuka, asam lambung mudah naik ke kerongkongan dan menimbulkan sensasi panas (heartburn).
BACA JUGA: 11 Penyebab Penyakit Batu Empedu yang Jarang Disadari
2. Pola Makan yang Tidak Sehat
Kebiasaan makan sangat berpengaruh terhadap munculnya GERD. Beberapa pola makan yang dapat memicu GERD antara lain:
- Makan dalam porsi besar
- Makan terlalu cepat
- Sering makan makanan berlemak, pedas, asam, atau gorengan
Konsumsi cokelat, kopi, minuman bersoda, dan alkohol
Makanan dan minuman tersebut dapat merangsang produksi asam lambung berlebih serta melemahkan katup LES.
3. Kebiasaan Berbaring Setelah Makan
Langsung berbaring atau tidur setelah makan adalah kebiasaan buruk yang sering menjadi penyebab GERD. Posisi berbaring memudahkan asam lambung mengalir kembali ke kerongkongan, terutama jika dilakukan kurang dari 2–3 jam setelah makan.
4. Obesitas atau Berat Badan Berlebih
Berat badan berlebih meningkatkan tekanan di dalam perut, sehingga mendorong asam lambung naik ke atas. Inilah sebabnya orang dengan obesitas lebih rentan mengalami GERD dibandingkan mereka yang memiliki berat badan ideal.
5. Merokok
Merokok dapat menurunkan kemampuan katup LES untuk menutup dengan baik serta mengurangi produksi air liur yang berfungsi menetralkan asam. Akibatnya, perokok memiliki risiko lebih tinggi mengalami GERD dan iritasi kerongkongan.
6. Stres dan Faktor Psikologis
Stres berlebihan tidak secara langsung meningkatkan asam lambung, tetapi dapat memperparah gejala GERD. Stres membuat tubuh lebih sensitif terhadap rasa nyeri dan memengaruhi pola makan serta kebiasaan hidup yang akhirnya memperburuk kondisi lambung.
7. Kehamilan
Pada ibu hamil, peningkatan hormon progesteron dan tekanan dari rahim yang membesar dapat menyebabkan katup LES melemah. Hal ini menjadikan GERD sebagai keluhan yang cukup umum selama kehamilan, terutama pada trimester akhir.
BACA JUGA: 10 Penyebab Muka Terlihat Tua (Boros)
8. Efek Samping Obat-obatan Tertentu
Beberapa jenis obat, seperti obat pereda nyeri (NSAID), obat tekanan darah, dan obat penenang, dapat memicu atau memperburuk GERD dengan cara mengiritasi lambung atau melemahkan katup LES.
Penutup
GERD bukanlah penyakit yang muncul secara tiba-tiba, melainkan hasil dari kebiasaan dan gaya hidup yang berlangsung lama. Dengan mengetahui penyebabnya, kita bisa mulai melakukan pencegahan sejak dini, seperti memperbaiki pola makan, menjaga berat badan ideal, menghindari rokok, serta tidak langsung berbaring setelah makan. Ingat, lambung yang sehat adalah kunci kenyamanan hidup sehari-hari. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

