7 Hal yang Harus Dihindari saat Menyambut Bulan Ramadhan

Yudi
By Yudi
4 Min Read
Foto: Umar Faqih | Islampos

BULAN Ramadhan adalah tamu agung yang datang setahun sekali. Ia bukan sekadar perubahan jadwal makan dan tidur, tetapi momen penyucian jiwa, perbaikan akhlak, dan penguatan hubungan dengan Allah. Sayangnya, tidak sedikit orang yang justru menyambut Ramadhan dengan kebiasaan yang keliru.

Agar Ramadhan benar-benar membawa perubahan, ada beberapa hal penting yang sebaiknya dihindari saat menyambut bulan suci ini.

1. Menyambut Ramadhan Hanya dengan Euforia, Bukan Persiapan Iman

Baliho, diskon besar-besaran, menu buka puasa viral—semua itu sering lebih menyita perhatian dibanding persiapan ruhiyah.

BACA JUGA: Ramadhan Vibes, Udah Terasa Kan dari Sekarang? Apa Aja Sih Tandanya? Nih Daftarnya…

Yang perlu dihindari adalah:

  • Ramai membahas makanan, tapi sepi dari niat ibadah

  • Sibuk merancang bukber, tapi lupa memperbaiki shalat

Ramadhan datang bukan untuk memanjakan perut, tapi mendidik hati.

2. Berlebihan dalam Belanja dan Menimbun Makanan

Ironisnya, justru di bulan puasa konsumsi sering meningkat. Padahal Islam sangat membenci sikap israf (berlebihan).

Menghindari:

  • Belanja berlebihan seolah takut kelaparan

  • Menumpuk makanan hingga terbuang

  • Mengukur Ramadhan dari lauk, bukan dari ibadah

Kesederhanaan adalah ruh puasa.

3. Menunda Tobat dengan Alasan “Nanti di Ramadhan Saja”

Ini kebiasaan yang berbahaya. Seolah-olah Ramadhan adalah tombol otomatis penghapus dosa.

Yang perlu diingat:

  • Tobat adalah kewajiban sepanjang waktu

  • Tidak ada jaminan kita bertemu Ramadhan

  • Ramadhan datang untuk orang yang siap, bukan yang menunda

Justru menyambut Ramadhan dengan tobat adalah bentuk penghormatan terbaik.

4. Menganggap Puasa Hanya Menahan Lapar dan Haus

Puasa bukan sekadar ritual fisik. Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa banyak orang berpuasa tapi tidak mendapat apa-apa selain lapar dan haus.

Yang harus dihindari:

  • Menjaga perut tapi membiarkan lisan berdosa

  • Puasa, tapi tetap ghibah, marah, dan merendahkan orang lain

  • Menahan makan, tapi tidak menahan hawa nafsu

Puasa sejati adalah puasa anggota badan dan hati.

https://s.shopee.co.id/70Djkx4cK3

5. Terlalu Fokus pada Target Khatam, Tapi Mengabaikan Pemahaman

Mengkhatamkan Al-Qur’an adalah amal mulia. Namun, jangan sampai Ramadhan berubah menjadi lomba cepat-cepatan tanpa tadabbur.

Hindari:

  • Membaca tanpa memahami makna

  • Mengejar angka, tapi tidak mengejar perubahan akhlak

  • Bangga khatam, tapi lalai dari perintah Al-Qur’an

Al-Qur’an diturunkan untuk diamalkan, bukan sekadar ditamatkan.

6. Malas di Awal Ramadhan, Ngebut di Akhir

Sebagian orang justru santai di awal, lalu panik di sepuluh hari terakhir.

Yang perlu dihindari:

  • Menunda ibadah sampai “nanti masih panjang”

  • Baru semangat saat Ramadhan hampir pergi

Orang beriman menyambut Ramadhan dengan semangat sejak hari pertama, karena setiap detiknya berharga.

BACA JUGA: Kalender Puasa 2026 Muhammadiyah: Awal Ramadhan Jatuh Rabu 18 Februari

7. Merusak Puasa dengan Konten dan Hiburan Tak Terkontrol

Ramadhan seharusnya menjadi bulan menurunkan asupan maksiat, bukan sekadar mengganti jamnya.

Hindari:

  • Konten vulgar dan sia-sia

  • Maraton hiburan hingga lupa tarawih

  • Media sosial yang menguras waktu dan iman

Puasa bukan hanya puasa perut, tapi juga puasa mata dan telinga.

Menyambut Ramadhan bukan tentang siapa yang paling meriah, tetapi siapa yang paling siap.

Jika kita mampu menghindari hal-hal yang merusak makna puasa, maka Ramadhan tidak hanya berlalu, tetapi mengubah kita.

Karena Ramadhan sejati bukan yang datang setiap tahun, melainkan yang meninggalkan bekas dalam hati. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *