5 Tanda Kesengsaraan

Dini Koswarini
2 Min Read
Foto: Freepik

KESENGSARAAN tidak selalu tampak sebagai kemiskinan.
Tidak selalu berupa sakit atau kehilangan.
Kadang ia hidup diam-diam, bersembunyi di dalam hati.

Fudhoil bin Iyadh rahimahullah pernah mengingatkan,
ada tanda-tanda kesengsaraan yang patut ditakuti.
Bukan karena beratnya,
tetapi karena sering dianggap ringan.

1. Kerasnya Hati

Hati yang keras sulit tersentuh kebenaran.
Nasihat terasa biasa.
Ayat-ayat Allah dibaca, tetapi tidak mengetuk jiwa.

Kerasnya hati membuat seseorang jauh dari rasa tunduk.
Ia tahu, tetapi tidak bergerak.
Ia mendengar, tetapi tidak berubah.

Inilah awal dari keterasingan rohani.

BACA JUGA:  Tak Terlihat Tanda Kesedihan Saat Musibah

2. Mata yang Tidak Pernah Menangis karena Takut kepada Allah

Air mata adalah bahasa kejujuran hati.
Ketika takut kepada Allah, mata seharusnya bergetar.

Namun mata yang kering dari tangisan iman
menandakan hati yang mulai beku.
Tak tersentuh ancaman,
tak luluh oleh rahmat.

Padahal, setetes air mata karena Allah
lebih berharga dari dunia seisinya.

3. Sedikitnya Rasa Malu

Malu adalah penjaga iman.
Saat rasa malu menipis,
dosa menjadi ringan.

Perkataan tak lagi dijaga.
Perbuatan tak lagi dipikirkan.
Yang penting dilakukan, bukan dipertanggungjawabkan.

Hilangnya malu adalah tanda bahaya,
karena dosa tak lagi terasa sebagai beban.

https://s.shopee.co.id/4AuAj4Qpw0

4. Panjang Angan-Angan

Angan-angan membuat lupa bahwa hidup ini singkat.
Merasa esok masih panjang,
padahal ajal tak pernah berjanji.

Terlalu banyak rencana dunia
sering menggeser amal akhirat.
Menunda taubat.
Menunda kebaikan.

Panjang angan-angan adalah selimut kelalaian.

BACA JUGA:  Budak yang Melahirkan Tuannya: Salah Satu Tanda Besar Kerusakan Akhir Zaman

5. Cinta kepada Dunia

Dunia memang tempat singgah,
namun sering disalahpahami sebagai tujuan.

Ketika dunia dicintai berlebihan,
akhirat menjadi nomor dua.
Yang halal pun dikejar tanpa batas,
yang haram sering dimaafkan.

Cinta dunia mengikat hati,
dan hati yang terikat sulit terbang menuju Allah.

Kesengsaraan sejati bukan pada apa yang hilang,
tetapi pada hati yang mati perlahan.

Maka jagalah hati.
Lembutkan dengan zikir.
Basahi dengan air mata taubat.
Pendekkan angan-angan.
Dan letakkan dunia di tangan,
bukan di dalam hati. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *