STRES adalah masalah semua orang.
Namun dampaknya tidak selalu sama.
Pada wanita yang sudah berumah tangga, stres sering lebih berat.
Bukan karena lemah.
Tapi karena beban peran yang berlapis.
Seorang istri memikul tanggung jawab emosional.
Ia menjadi pendamping suami.
Ia juga sering menjadi penopang suasana rumah.
BACA JUGA: Merokok karena Stres: Jalan Pintas yang Justru Mempercepat Penyakit dan Kematian
Banyak wanita sekaligus menjadi ibu.
Mengurus anak.
Mengatur rumah.
Memikirkan kebutuhan keluarga.
Di sisi lain, sebagian wanita juga bekerja.
Tekanan pekerjaan tidak otomatis hilang saat pulang ke rumah.
Justru sering bertambah.
Stres yang menumpuk memengaruhi hormon.
Hormon kortisol meningkat.
Hormon reproduksi menjadi tidak seimbang.
Akibatnya tidak ringan.
Siklus haid bisa terganggu.
Mudah lelah dan sulit tidur.
Emosi menjadi lebih sensitif.
Stres juga berdampak pada hubungan suami istri.
Komunikasi mudah memanas.
Masalah kecil terasa besar.
Jika dibiarkan lama, tubuh memberi peringatan.
Daya tahan menurun.
Risiko gangguan lambung, jantung, dan tekanan darah meningkat.
BACA JUGA: Ibu Rumah Tangga yang Berkhidmat untuk Suami Adalah Jabatan Tertinggi Muslimah
Yang paling berbahaya, stres sering dipendam.
Banyak istri memilih diam.
Tak ingin dianggap mengeluh.
Padahal stres butuh jalan keluar.
Didengar.
Dipahami.
Dan ditangani bersama.
Wanita berumah tangga bukan mesin.
Ia manusia dengan batas.
Menjaga kesehatan mentalnya adalah menjaga ketahanan keluarga.
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

