DALAM kehidupan, sering kali kita merasa rendah diri karena pandangan manusia. Kita malu karena keadaan ekonomi, masa lalu, atau ibadah yang kita lakukan. Padahal, tidak semua rasa malu itu terpuji. Ada malu yang justru menghalangi kita dari kebaikan.
Islam mengajarkan bahwa malu adalah bagian dari iman, sebagaimana sabda Nabi ﷺ, *“Al-hayaa’u minal iimaan”* (Malu itu bagian dari iman). Namun malu yang benar adalah malu kepada Allah, bukan malu kepada manusia dalam perkara yang diridhai-Nya.
Berikut enam hal yang tidak sepantasnya membuat kita malu.
—
1. Tidak Malu Menjadi Hamba yang Taat
Sebagian orang merasa malu terlihat rajin shalat, membaca Al-Qur’an, atau menghadiri majelis ilmu. Takut dianggap sok alim atau terlalu religius.
Padahal Allah ﷻ berfirman:
*“Dan janganlah kamu merasa lemah dan jangan (pula) bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya) jika kamu orang-orang beriman.”* (QS. Ali ‘Imran: 139)
Kemuliaan seorang hamba bukan karena pujian manusia, tetapi karena ketakwaannya. Jangan malu menjadi orang yang taat.
BACA JUGA: Taubat karena Malu
2. Tidak Malu Berasal dari Keluarga Sederhana
Banyak orang merasa minder karena lahir dari keluarga biasa, bukan orang terpandang atau kaya.
Padahal manusia terbaik di sisi Allah adalah yang paling bertakwa, bukan yang paling berharta.
Rasulullah ﷺ sendiri hidup sederhana. Beliau tidur di atas tikar kasar yang membekas di tubuhnya. Namun siapa yang lebih mulia dari beliau?
Kesederhanaan bukan aib. Yang aib adalah kesombongan.
—
3. Tidak Malu Bekerja Halal, Walau Rendah di Mata Manusia
Ada yang malu menjadi pedagang kecil, buruh, tukang ojek, atau pekerja kasar.
Padahal Nabi ﷺ bersabda bahwa tidak ada makanan yang lebih baik daripada hasil usaha tangannya sendiri.
Bekerja halal, meski sederhana, lebih mulia daripada hidup mewah dari cara yang haram. Rezeki yang halal membawa keberkahan, meski sedikit.
4. Tidak Malu Mengakui Kesalahan dan Bertaubat
Semua manusia pernah berbuat salah.
Yang tercela bukanlah dosa itu sendiri, tetapi kesombongan untuk tidak mau bertaubat.
Allah ﷻ berfirman:
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat.”* (QS. Al-Baqarah: 222)
Jangan malu untuk kembali kepada Allah, walaupun dosa terasa besar. Pintu taubat selalu terbuka selama nyawa belum di tenggorokan dan matahari belum terbit dari barat.
—
5. Tidak Malu Menuntut Ilmu, Meski Sudah Tua
Ada yang berkata, “Sudah tua, malu belajar dari nol.”
Padahal para sahabat Nabi ﷺ belajar sepanjang hidup mereka.
Abdullah bin Mas’ud berkata bahwa seseorang akan tetap menjadi alim selama ia terus belajar. Ketika ia merasa sudah cukup, saat itulah ia menjadi bodoh.
Ilmu tidak mengenal usia. Yang memalukan bukan belajar, tetapi tidak mau belajar.
BACA JUGA: 5 Hal yang Tak Bisa Dipilih dalam Hidup
6. Tidak Malu Hidup Sederhana dan Apa Adanya
Di zaman media sosial, orang berlomba menampilkan kemewahan. Rumah besar, pakaian mahal, liburan mewah.
Jika hidup kita biasa saja, jangan merasa hina.
Dunia hanyalah sementara. Yang Allah nilai adalah hati, bukan tampilan luar. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi melihat hati dan amal kalian.
Kesederhanaan sering kali lebih dekat kepada keikhlasan.
—
Penutup
Malulah ketika bermaksiat.
Malulah ketika meninggalkan shalat.
Malulah ketika lalai dari mengingat Allah.
Namun jangan pernah malu karena ketaatan, kesederhanaan, pekerjaan halal, taubat, atau semangat belajar.
Karena kemuliaan sejati bukan di mata manusia, tetapi di sisi Allah ﷻ.
Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang lebih takut kehilangan ridha-Nya daripada kehilangan pujian manusia. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

