SETIAP menjelang Ramadhan, ada pertanyaan yang sering muncul:
apakah kita harus mandi besar sebelum masuk bulan puasa?
Jawabannya tegas: tidak ada kewajiban mandi besar khusus karena masuk Ramadhan.
Mari kita luruskan berdasarkan hadits dan penjelasan ulama salaf.
1. Tidak Ada Hadits Shahih yang Mewajibkan Mandi Karena Masuk Ramadhan
Tidak ada riwayat shahih dari Nabi ﷺ yang memerintahkan mandi khusus saat datangnya Ramadhan.
Yang diwajibkan mandi besar (ghusl) itu karena sebab tertentu, seperti:
- Junub (setelah berhubungan suami istri atau keluar mani)
- Selesai haid
- Selesai nifas
- Bukan karena pergantian bulan.
BACA JUGA: Hukum Wanita Menahan Haid dengan Minum Pil Selama Ramadhan
2. Nabi ﷺ Pernah Masuk Waktu Subuh dalam Keadaan Junub
Dalam riwayat dari Aisyah dan Ummu Salamah radhiyallahu ‘anhuma, disebutkan bahwa Nabi ﷺ pernah memasuki waktu Subuh dalam keadaan junub karena berhubungan dengan istrinya, lalu beliau mandi setelah masuk waktu Subuh dan tetap berpuasa.
Hadits ini diriwayatkan dalam Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim.
Artinya apa?
Artinya:
- Puasa tetap sah meskipun mandi besarnya setelah masuk waktu Subuh.
- Tidak ada syarat harus suci dari junub sebelum fajar agar puasa sah.
Ini dalil yang sangat jelas.
3. Penjelasan Ulama Salaf
Ibnu Qudamah رحمه الله
Beliau menjelaskan dalam Al-Mughni bahwa orang yang junub dan belum mandi hingga terbit fajar, puasanya tetap sah. Karena thaharah (bersuci dari junub) bukan syarat sah puasa.
Imam an-Nawawi رحمه الله
Beliau juga menegaskan bahwa ini adalah ijma’ (kesepakatan ulama) bahwa orang yang junub saat terbit fajar, puasanya sah.
Jadi, tidak ada dasar dari Nabi ﷺ maupun dari para sahabat yang mewajibkan mandi khusus menyambut Ramadhan.
4. Lalu Bagaimana Jika Ingin Mandi Sebagai Persiapan?
Kalau mandi dengan niat:
- Membersihkan diri
- Menyambut Ramadhan dengan semangat ibadah
- Merapikan diri
Maka itu boleh.
Tapi jangan diyakini sebagai ibadah khusus yang disyariatkan.
Ini penting.
Karena dalam agama, kita tidak boleh menetapkan ibadah tanpa dalil.
BACA JUGA: 3 Ramadhan Menjelang Kerasulan Muhammad
Kesimpulan Tegas
✔ Tidak wajib mandi besar karena masuk Ramadhan.
✔ Mandi besar hanya wajib jika ada sebab (junub, haid, nifas).
✔ Puasa tetap sah meskipun mandi setelah Subuh.
✔ Jangan membuat amalan baru tanpa dalil.
Ramadhan bukan dibuka dengan air mandi.
Ramadhan dibuka dengan taubat, niat yang lurus, dan tekad memperbaiki diri.
Kalau ingin serius menyambut Ramadhan, fokuskan pada:
- Taubat sebelum masuk bulan
- Melunasi hutang puasa
- Memperbaiki shalat
- Mengatur target tilawah
Itu yang lebih utama.[]
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

