BULAN Ramadhan adalah musim panen pahala. Di bulan ini, pintu-pintu kebaikan dibuka lebar dan kesempatan memperbaiki diri terbentang luas. Namun, tidak semua orang benar-benar beruntung. Ada yang melewatinya begitu saja—tanpa perubahan, tanpa peningkatan, bahkan tanpa bekas.
Berikut enam hal yang bisa membuat seseorang merugi di bulan Ramadhan.
1. Tidak Berpuasa dan Tidak Beribadah dengan Maksimal
Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Ia adalah bulan ibadah total. Siang diisi dengan puasa, malam dihidupkan dengan qiyam, lisan dibasahi dzikir, dan hati disibukkan taubat.
Orang yang sengaja meninggalkan puasa tanpa uzur syar’i telah melakukan dosa besar. Lebih rugi lagi jika seseorang berpuasa, tetapi tidak serius dalam ibadah lainnya—malas shalat sunnah, enggan bersedekah, enggan memperbaiki akhlak.
Ramadhan itu singkat. Jika di bulan ini saja kita tidak maksimal, lalu kapan lagi?
BACA JUGA: Puasa Ramadhan Tapi Tidak Shalat Wajib: Sahkah? Apa Dampaknya?
2. Tidak Menjaga Shalat
Shalat adalah tiang agama. Bahkan, ia lebih utama daripada puasa. Jangan sampai seseorang rajin puasa, tetapi lalai dalam shalat lima waktu.
Bagaimana mungkin menahan makan dan minum, tetapi meninggalkan kewajiban yang paling agung setelah syahadat?
Bulan Ramadhan seharusnya membuat shalat kita lebih baik: lebih tepat waktu, lebih khusyuk, dan lebih sering berjamaah di masjid bagi laki-laki. Jika shalat tetap berantakan, itu tanda ada yang salah dalam cara kita memaknai Ramadhan.
3. Puasa Hanya Mendapatkan Lapar dan Dahaga
Rasulullah ﷺ bersabda bahwa ada orang yang berpuasa, namun tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga.
Mengapa? Karena lisannya tidak dijaga. Matanya liar. Telinganya terbiasa mendengar yang haram. Akhlaknya kasar. Ia tetap berdusta, menggunjing, marah-marah, dan menyakiti orang lain.
Puasa sejati bukan hanya puasa perut, tetapi puasa seluruh anggota badan. Jika maksiat tetap jalan, maka pahala bisa terkikis habis.
Jangan sampai kita lelah seharian, tetapi pulang tanpa pahala.
4. Tidak Mengikuti Tarawih Hingga Selesai
Shalat tarawih adalah ibadah khas Ramadhan. Dalam hadits disebutkan, siapa yang shalat bersama imam hingga selesai, maka dicatat baginya pahala seperti shalat semalam penuh.
Sayangnya, sebagian orang hanya ikut setengah. Datang terlambat, pulang lebih cepat. Padahal Ramadhan hanya sebulan. Tarawih pun hanya beberapa rakaat.
Kalau urusan dunia kita bisa bertahan berjam-jam, kenapa untuk akhirat kita cepat merasa lelah?
5. Tidak Membiasakan Membaca Al-Qur’an
Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an. Hubungan seorang Muslim dengan Al-Qur’an seharusnya meningkat drastis di bulan ini.
Lihat bagaimana Jibril mendatangi Nabi Muhammad setiap malam Ramadhan untuk mengulang bacaan Al-Qur’an bersama beliau. Ini menunjukkan betapa eratnya Ramadhan dengan Al-Qur’an.
Jika di bulan ini kita tetap jauh dari mushaf, jarang membaca, apalagi mentadabburi, maka kita sedang menyia-nyiakan salah satu inti Ramadhan.
Minimal, jadikan Ramadhan sebagai momentum untuk punya target tilawah yang jelas. Satu juz sehari. Atau sesuai kemampuan, tetapi konsisten.
6. Lebih Buruk daripada Tahun Lalu
Ini yang paling berbahaya.
Ramadhan seharusnya membuat kita naik kelas. Lebih taat, lebih sabar, lebih lembut, lebih dekat dengan Allah.
Jika setelah Ramadhan kita tetap sama—atau bahkan lebih buruk—itu tanda kita tidak benar-benar memanfaatkannya.
Ulama salaf sangat khawatir bukan hanya apakah puasanya diterima, tetapi apakah mereka menjadi lebih baik setelah Ramadhan.
BACA JUGA: Normalkah Merasa Bersalah karena Takut Ibadah Kurang di Ramadhan Kali Ini?
Coba jujur pada diri sendiri:
Apakah shalat kita lebih baik dari tahun lalu?
Apakah tilawah kita meningkat?
Apakah dosa kita berkurang?
Kalau jawabannya tidak, maka ada kerugian besar yang sedang kita alami.
Penutup
Ramadhan tidak akan menunggu kita siap. Ia datang, lalu pergi. Yang tersisa hanyalah catatan amal.
Jangan sampai Ramadhan berlalu tanpa perubahan nyata dalam diri kita.
Jangan hanya sibuk dengan takjil dan jadwal buka.
Sibukkan diri dengan taubat, ibadah, dan perbaikan.
Ramadhan adalah kesempatan.
Dan kesempatan yang tidak dimanfaatkan adalah kerugian. []
REFERENSI: ZONA KEREN
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE





