Para “Pencuri” Ramadhan, Siapa Saja Mereka?

Umar Faqih
4 Min Read
Foto: Freepik

RAMADHAN adalah bulan yang Allah muliakan.
Bulan turunnya Al-Qur’an.
Bulan ampunan dan pembebasan dari neraka.

Namun sayangnya, ada “pencuri-pencuri” yang diam-diam merampas pahala kita. Bukan manusia, tapi kebiasaan yang melalaikan.

Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an:

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa…” (QS. Al-Baqarah: 183)

Tujuannya jelas: agar kita bertakwa.
Tapi bagaimana mau bertakwa jika waktu dan hati kita dicuri?

Berikut sebagian “pencuri” Ramadhan itu:

BACA JUGA: 5 Peristiwa Strategis yang Dilakukan Rasulullah ﷺ sebelum Ramadhan Pertamanya di Madinah

1. Televisi yang Melalaikan

Ramadhan
Foto: Freepik

Ramadhan berubah jadi “bulan serial dan acara spesial”.
Dari menjelang berbuka sampai tengah malam, mata terpaku ke layar.

Tarawih ditunda.
Tilawah tertinggal.
Qiyamul lail terlupakan.

Padahal Nabi ﷺ bersabda:

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kalau malam dihabiskan untuk tontonan, kapan meraih ampunan itu?

2. HP dan Media Sosial Tanpa Batas

Tanda Kamu Sudah Addicted sama HP, Ramadhan
Foto: Umar Faqih | Islampos

Scroll tanpa henti.
Video pendek tak terasa berjam-jam.
Chat dan komentar yang sia-sia.

Ramadhan seharusnya memperbanyak dzikir, bukan memperbanyak notifikasi.

Waktu adalah modal terbesar seorang mukmin.
Imam Hasan al-Basri berkata:

“Wahai anak Adam, engkau hanyalah kumpulan hari. Jika satu hari berlalu, maka sebagian dari dirimu ikut pergi.”

Setiap menit Ramadhan yang hilang, tak akan kembali.

https://s.shopee.co.id/BOENjEhhY

3. Film dan Hiburan yang Menggerus Hati

Tidak semua hiburan haram.
Namun ketika ia membuat lalai, melalaikan shalat, dan mengeraskan hati, di situlah masalahnya.

Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an.
Bukan bulan maraton film.

Bandingkan:
Berapa jam untuk layar?
Berapa menit untuk mushaf?

Jujur pada diri sendiri.

4. Bukber yang Melalaikan Shalat Maghrib

Aturan Ditraktir, Aturan Hidup, Cara Menjaga Lisan, Aturan Tertulis Jika Ditraktir Makan, Hidup, Teman Saleh, Orang Saleh, Ramadhan
Foto: Islampos Media

Buka bersama bisa jadi kebaikan.
Bisa mempererat silaturahmi.

Tapi realitanya?

Datang menjelang adzan.
Makan berlebihan.
Foto-foto panjang.
Maghrib molor atau bahkan terlewat berjamaah.

Padahal Nabi ﷺ sangat menjaga shalat tepat waktu.

Ramadhan bukan ajang pamer menu.
Ia adalah latihan menahan diri.

Kalau berbuka justru melalaikan shalat, itu bukan keberkahan — itu kerugian.

5. Tidur Berlebihan

posisi tidur menindih kepala, Perkara Penghalang Rezeki, Ramadhan
Foto: Freepik

Sahur lalu tidur lagi.
Bangun siang.
Menjelang Ashar baru aktif.

Memang puasa melelahkan.
Tapi Ramadhan bukan bulan bermalas-malasan.

Ulama salaf justru menjadikan Ramadhan sebagai “musim panen amal”.

Imam Malik bin Anas ketika masuk Ramadhan meninggalkan majelis hadits dan fokus pada Al-Qur’an.

Kita bagaimana?

BACA JUGA: Hukum Wanita Menahan Haid dengan Minum Pil Selama Ramadhan

Hati-hati, Ramadhan Itu Singkat

Ramadhan hanya 29 atau 30 hari.
Cepat sekali berlalu.

Yang beruntung adalah yang keluar darinya dengan dosa terampuni.
Yang rugi adalah yang keluar darinya tanpa perubahan.

Sekarang jujur pada diri sendiri:

Apa yang paling banyak menyita waktumu di Ramadhan?

Kalau jawabannya bukan Al-Qur’an, shalat, dan dzikir — berarti ada “pencuri” yang harus segera diusir.

Jangan sampai Ramadhan pergi…
dan kita tetap sama seperti sebelumnya.

Ramadhan itu tamu agung.
Sambut dengan ibadah.
Jaga dari pencuri. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *