PADA tanggal 8 Ramadhan, ketika kaum Muslimin untuk pertama kalinya menjalani puasa Ramadhan, Rasulullah ﷺ menerima informasi penting: kafilah Quraisy yang sebelumnya lolos dari pengintaian kaum Muslimin di Dzul ‘Usyairah kini kembali melintasi jalur yang sama dalam perjalanan pulang dari Syam.
Mengetahui hal itu, Rasulullah ﷺ memerintahkan para sahabat untuk memantau kafilah tersebut. Kafilah itu dipimpin oleh Abu Sufyan bin Harb dan membawa harta dalam jumlah besar.
Beliau bersabda, “Ada kafilah Quraisy yang membawa harta benda. Datangi mereka. Semoga Allah memberikan harta itu kepada kalian.” Sebagian sahabat pun bersiap dan berangkat, meski dalam kondisi baru memasuki hari-hari pertama puasa Ramadhan.
BACA JUGA: Malam-malam Puasa Ramadhan Rasulullah ﷺ di Badar
Di sisi lain, Abu Sufyan tidak tinggal diam. Ia berusaha mengumpulkan informasi tentang pergerakan kaum Muslimin. Setelah mengetahui adanya ancaman, ia segera mengambil langkah cepat dengan menyewa Dhamdham bin Amr al-Ghifari untuk pergi ke Mekah. Ia memerintahkan agar kaum Quraisy segera datang menyelamatkan kafilah dan harta mereka.
Peristiwa inilah yang kemudian berkembang menjadi rangkaian kejadian besar yang mengarah pada konfrontasi antara kaum Muslimin dan Quraisy di bulan Ramadhan. []
Sumber: Nizar Abazhah, Perang Muhammad, Zaman, 2011
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

