Apa yang Terjadi Kalau Kamu Sahur dengan Mie Rebus Instan?

Dini Koswarini
3 Min Read
Foto: Freepik

SAHUR bukan sekadar makan dini hari.
Ia adalah penentu kuat atau tidaknya tubuhmu menahan puasa seharian.
Pilihan menu saat sahur sangat berpengaruh pada energi, fokus, dan daya tahan sampai maghrib.

Banyak orang memilih mie rebus instan karena praktis dan cepat.
Tapi pernahkah kamu berpikir apa dampaknya bagi tubuh selama berjam-jam puasa?
Mari kita lihat apa yang sebenarnya terjadi.

1. Energi Cepat Naik, Cepat Turun

Sahur adalah fondasi puasamu.
Apa yang kamu makan menentukan daya tahan seharian.

Mie rebus instan didominasi karbohidrat sederhana.
Ia memang membuat kenyang cepat.
Energi terasa naik sebentar.

BACA JUGA:  Rasulullah ﷺ Sahur Bersama Zaid bin Tsabit

Tapi tidak stabil.
Beberapa jam kemudian gula darah turun lagi.
Tubuh terasa lemas lebih cepat.
Kamu jadi mudah lapar sebelum waktu zuhur.

Ini bukan energi tahan lama.
Ini hanya dorongan sesaat.

2. Tinggi Garam, Mudah Haus

Mie instan mengandung natrium tinggi.
Bumbunya sangat pekat.

Saat sahur, tubuh butuh hidrasi optimal.
Tapi asupan garam berlebihan justru menarik cairan keluar sel.

Akibatnya kamu cepat haus.
Tenggorokan terasa kering.
Siang hari terasa lebih berat.

Puasa jadi terasa dua kali lipat sulit.

https://s.shopee.co.id/60LPl3PdxE

3. Minim Serat dan Protein

Tubuh butuh bahan bakar lengkap.
Karbohidrat saja tidak cukup.

Mie instan hampir tidak mengandung serat.
Protein juga sangat sedikit.

Tanpa serat, rasa kenyang tidak bertahan lama.
Tanpa protein, otot lebih cepat lelah.
Konsentrasi juga mudah turun.

Kamu mungkin tetap bisa puasa.
Tapi performamu menurun.

4. Lambung Lebih Sensitif

Bumbu instan cukup tajam.
Sebagian orang sensitif terhadapnya.

Saat perut kosong lama, asam lambung bisa naik.
Perut terasa tidak nyaman.
Kadang muncul mual ringan.

Sahur seharusnya membuat tenang.
Bukan membuat tidak nyaman.

BACA JUGA:  Puasa Tidak Sahur, Apa Hukumnya?

5. Kalau Terpaksa, Perbaiki

Jangan jadikan mie instan menu utama rutin.
Itu pilihan praktis, tapi kurang bijak jika sering.

Tambahkan telur untuk protein.
Masukkan sayur agar ada serat.
Kurangi bumbu setengah saja.
Minum air putih cukup banyak.

Lebih baik lagi pilih nasi, telur, tempe, sayur, dan buah.
Karbohidrat kompleks lebih stabil.
Protein cukup membuat kenyang lebih lama.

Puasa bukan sekadar menahan lapar.
Ini tentang strategi.
Kalau kamu ingin kuat sampai maghrib,
bangun fondasinya sejak sahur.

Tubuhmu mengikuti keputusanmu.
Jangan remehkan piring sahurmu. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *