Tiduran Bersama Istri saat Puasa Ramadhan

Nasrulloh Baksolahar
1 Min Read
Foto: Freepik

AISYAH meriwayatkan bahwa Rasulullah Muhammad pernah menciumnya ketika beliau sedang berpuasa, sementara Aisyah juga dalam keadaan berpuasa. Riwayat ini menunjukkan bahwa bentuk kasih sayang seperti ciuman tidak serta-merta membatalkan puasa, selama mampu menjaga diri dari hal yang lebih jauh.

Dalam riwayat lain, Abu Hurairah menceritakan bahwa seorang laki-laki pernah bertanya kepada Rasulullah tentang tidur bersama istri saat berpuasa. Nabi memberikan keringanan (rukhshah) kepadanya. Namun ketika orang lain datang dengan pertanyaan serupa, beliau justru melarangnya.

Perbedaan jawaban tersebut dijelaskan karena kondisi masing-masing orang. Yang diberi keringanan adalah seorang yang telah lanjut usia dan dinilai mampu menahan diri, sedangkan yang dilarang masih muda dan dikhawatirkan tidak dapat mengendalikan syahwatnya. Hal ini menunjukkan bahwa hukum terkait perkara tersebut mempertimbangkan kemampuan menjaga diri dan potensi terjadinya pelanggaran puasa. []

Sumber: Said Hawa, Al-Islam, Al-Itishom, 2001

https://s.shopee.co.id/AUnqOacF0x

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *