MENJALANI puasa bukan hanya soal menahan lapar dan haus.
Tapi juga soal mengatur pola makan yang tepat.
Menurut dr. Tirta, kunci puasa yang kuat ada pada cara berbuka dan sahur yang cerdas.
Saat waktu Maghrib tiba, jangan langsung “balas dendam”.
Tubuh butuh adaptasi.
Untuk takjil, cukup makan 3 buah kurma dan minum air mineral.
Kurma membantu mengembalikan kadar gula darah secara perlahan.
Air mineral menghidrasi tubuh setelah seharian berpuasa.
BACA JUGA: Puasa Tidak Sahur, Apa Hukumnya?
Setelah itu, sebaiknya langsung shalat Maghrib berjamaah di masjid.
Ini memberi jeda agar lambung tidak kaget menerima makanan berat.
Selesai shalat, barulah makan utama.
Namun ingat, jangan berlebihan.
Porsi secukupnya saja.
Makan terlalu banyak saat berbuka justru membuat tubuh lemas, mengantuk, dan tidak nyaman saat tarawih.
Puasa bukan ajang balas lapar.
Setelah shalat tarawih, masih boleh makan lagi.
Tapi tanpa karbohidrat.
Cukup protein atau buah.
Tujuannya agar tubuh tetap ringan dan tidak menumpuk kalori berlebih di malam hari.
Lalu bagaimana dengan sahur?
BACA JUGA: 6 Makanan yang Harus Dihindari saat Berbuka Puasa agar Tak Terkena Stroke
Menurut dr. Tirta, sahur tidak perlu berlebihan.
Cukup alpukat, 3 buah kurma, dan air mineral.
Alpukat mengandung lemak sehat yang membuat kenyang lebih lama.
Kurma memberi energi cepat.
Air mineral menjaga hidrasi sepanjang hari.
Sederhana.
Tidak ribet.
Tapi efektif.
Kalau kamu ingin puasa tetap bertenaga, fokuslah pada kualitas, bukan kuantitas.
Disiplin dalam pola makan akan membuat ibadah lebih maksimal dan tubuh tetap sehat sampai akhir Ramadhan. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

