KOLAK identik dengan Ramadhan.
Manis. Hangat. Menggoda.
Tapi pertanyaannya sederhana: seberapa tinggi gula yang dikandungnya?
Secara umum, satu porsi kolak (sekitar 200–250 ml) bisa mengandung 25–40 gram gula. Angka ini tergantung resep. Jika memakai banyak gula pasir dan santan kental, kadarnya bisa lebih tinggi lagi.
Sebagai gambaran, menurut rekomendasi World Health Organization (WHO), batas konsumsi gula tambahan yang disarankan adalah maksimal 25–50 gram per hari untuk orang dewasa. Artinya, satu mangkuk kolak saja sudah bisa mendekati bahkan melewati batas harian.
BACA JUGA: Penyakit-penyakit yang Sering Hinggap di Pekan ke-2 Ramadhan
Dari mana gulanya berasal?
Pertama, gula pasir yang ditambahkan saat memasak.
Kedua, gula merah yang juga tinggi sukrosa.
Ketiga, bahan alami seperti pisang, ubi, dan singkong memang mengandung gula alami, meski jumlahnya tidak sebesar gula tambahan.
Masalahnya bukan hanya angka. Saat berbuka puasa, tubuh dalam kondisi sensitif terhadap lonjakan gula darah. Setelah seharian kosong, kadar insulin siap merespons cepat. Minuman atau makanan sangat manis bisa membuat gula darah melonjak tajam, lalu turun drastis. Hasilnya? Cepat lapar lagi, lemas, bahkan mengantuk setelah tarawih.
Bukan berarti kolak harus dihindari total. Yang perlu adalah kontrol.
Jika ingin lebih aman:
Kurangi gula pasir hingga setengahnya.
Gunakan lebih banyak rasa alami dari pisang matang.
Batasi santan kental.
Perkecil porsi.
BACA JUGA: Gula Darah Tinggi Itu Berapa Sih?
Ingat, berbuka bukan ajang balas dendam. Tubuh butuh pemulihan yang bijak, bukan kejutan gula berlebihan.
Kalau Anda sedang menjaga berat badan, punya riwayat diabetes, atau ingin puasa tetap produktif, kolak boleh saja — tapi jangan dijadikan menu utama setiap hari.
Disiplin kecil saat berbuka akan berdampak besar pada energi sepanjang malam dan esok hari.
Nikmati kolaknya.
Tapi tetap kendalikan porsinya. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

