Godaan No 3 Paling Berat di Ramadhan: Bahwa Tarawih di Masjid Terlalu Cepat

Umar Faqih
2 Min Read
Foto: Freepik

GODAAN ketiga dalam shalat tarawih adalah soal kecepatan. Banyak yang mengeluh tarawih di masjid terasa terlalu cepat. Baru saja selesai Isya’, langsung berdiri lagi. Ritmenya tinggi. Bacaan dipercepat. Gerakan pun terasa singkat.

Secara hukum, shalat seperti itu tetap sah. Selama rukun dan syaratnya terpenuhi, tidak ada yang membatalkan. Tidak ada yang salah dari sisi fikih.

Tetapi ibadah bukan sekadar sah. Ibadah juga soal kekhusyukan.

Di banyak tempat, waktu Maghrib terasa sempit. Kita berbuka. Lalu shalat. Kadang makan pun belum benar-benar tenang. Setelah itu masuk Isya’. Tidak lama kemudian langsung tarawih. Seolah-olah semuanya dikejar waktu.

BACA JUGA:  Bedanya Puasa Ramadhan dan Sunnah

Padahal mayoritas masyarakat kita berbuka dengan makanan berat. Nasi. Lauk. Minum manis. Tubuh butuh jeda. Perut butuh waktu mencerna. Kalau langsung berdiri lama dengan tempo cepat, wajar kalau badan terasa tidak nyaman.

Akan lebih bijak jika ada pengaturan waktu yang lebih lapang. Misalnya memberi jeda yang cukup antara berbuka, Isya’, dan tarawih. Tidak harus tergesa-gesa. Ramadhan bukan lomba cepat-cepatan. Ini bulan ibadah yang butuh ketenangan.

https://s.shopee.co.id/LhtgZhWNW

Kecepatan dalam tarawih juga perlu dikaji. Rukuk, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, semuanya butuh thuma’ninah. Bacaan Al-Qur’an butuh didengar, bukan sekadar dilalui. Jamaah ingin menikmati ayat, bukan sekadar menghitung rakaat.

Istilah “tarawih” sendiri bermakna istirahat. Ada jeda di antara dua rakaat. Ada ruang untuk bernapas. Tidak harus 20 rakaat selesai dalam waktu sangat singkat. Kalau terlalu cepat, ruh ibadah bisa hilang.

BACA JUGA: Kemaksiatan Masih Terjadi di Bulan Ramadhan Padahal Syetan Sedang Dibelenggu?

Namun jangan sampai keluhan tentang kecepatan berubah menjadi alasan meninggalkan jamaah. Jangan karena merasa kurang nyaman, lalu memilih tidak ke masjid sama sekali. Itu juga godaan.

Kalau memang terlalu cepat, sampaikan dengan cara yang baik kepada pengurus masjid. Beri masukan. Cari solusi. Jangan langsung mundur.

Ramadhan hanya sebulan. Tarawih hanya di malam-malamnya. Jangan biarkan masalah teknis membuat kita kehilangan pahala besar. Jaga niat. Jaga semangat. Dan tetap istiqamah menegakkan qiyam Ramadhan bersama kaum muslimin. []

RUJUKAN: RUMAH FIQIH

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *