Rasulullah ﷺ pernah berpesan bahwa puasa adalah perisai. Karena itu, orang yang berpuasa hendaknya meninggalkan perkataan kotor dan hal-hal yang tidak berguna.
Dalam sebuah hadits, beliau bersabda, “Barangsiapa tidak meninggalkan kata-kata palsu dan mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dia meninggalkan makanan dan minuman.”
Nasihat ini sangat menghujam ke dalam hati para sahabat. Mereka memahami bahwa hakikat puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan menjaga lisan dan perilaku.
Pesan itulah yang memengaruhi cara Abu Hurairah menjalani Ramadhan. Ketika bulan suci tiba, ia lebih banyak duduk di masjid untuk berdzikir.
Ketika ditanya mengapa ia melakukan itu, mereka menjawab, “Untuk mensucikan puasa kami.”
Bagi mereka, Ramadhan adalah momentum menjaga diri secara utuh—mengurangi ucapan yang sia-sia, memperbanyak dzikir, dan memastikan puasa benar-benar menjadi perisai sebagaimana sabda Nabi ﷺ. []
Sumber: Yusuf Al-Qardhawi, Fiqh Puasa, Era Intermedia, 2010
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

