PUASA itu bukan sekadar menahan lapar.
Bukan hanya tidak makan dan minum.
Ada identitas di dalamnya.
Ada pembeda yang jelas.
Yang membedakan puasa kaum Muslimin dan non-Muslim adalah sahur.
Ini bukan perkara kecil.
Ini syiar.
Ini sunnah Nabi ﷺ.
Nabi ﷺ bersabda:
فَصْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السَّحَرِ
“Pembeda antara puasa kita dan puasa Ahli Kitab adalah makan sahur.”
BACA JUGA: Benarkah Harus Berhenti Makan Sahur 10 Menit Sebelum Subuh?
Dalam hadits lain beliau bersabda:
تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً
“Bersahurlah, karena pada sahur ada keberkahan.”
Sahur itu sederhana.
Bisa dengan seteguk air.
Bisa dengan sebutir kurma.
Yang penting ada niat mengikuti sunnah.
Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan sahur adalah sunnah yang sangat dianjurkan.
Di dalamnya ada keberkahan agama dan dunia.
Menguatkan badan.
Dan membedakan syariat Islam dari yang lain.
Ibnu Hajar Al-Asqalani menerangkan bahwa keberkahan sahur mencakup pahala karena mengikuti sunnah.
Juga karena membantu kuat beribadah.
Dan menjaga semangat hingga maghrib.
BACA JUGA: Bolehkah Sahur Saat Adzan Subuh Berkumandang karena Terlambat Bangun?
Jangan meremehkan sahur.
Walau hanya minum.
Walau hanya sebentar.
Kalau kamu tinggalkan sahur tanpa alasan, kamu kehilangan pembeda itu.
Kamu kehilangan keberkahan itu.
Puasa yang benar bukan sekadar menahan lapar.
Tapi mengikuti Nabi ﷺ dengan sadar.
Termasuk dalam sahur.
Bangunlah lebih awal.
Niatkan ibadah.
Jadikan sahur sebagai identitasmu sebagai Muslim. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

