PERTANYAAN ini sering muncul setiap Ramadhan. Terutama bagi yang bangun kesiangan. Alarm mati. Badan lelah. Tiba-tiba adzan Subuh sudah terdengar.
Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 187, bahwa makan dan minum dibolehkan sampai jelas terbit fajar. Artinya, batas sahur adalah sebelum masuk waktu Subuh.
Masalahnya, apakah adzan selalu tepat saat fajar terbit?
BACA JUGA: Tips Buka Puasa dan Sahur dari dr. Tirta, Kamu Perlu Tahu Nih
Jika adzan benar-benar dikumandangkan ketika waktu Subuh sudah masuk, maka saat itu juga batas makan dan minum selesai. Jika seseorang masih mengunyah atau minum dengan sengaja setelah yakin waktu sudah masuk, puasanya bisa batal menurut mayoritas ulama.
Namun ada rincian penting.
Sebagian ulama menjelaskan, jika makanan masih ada di tangan dan ia baru sadar waktu Subuh telah masuk, maka ia boleh segera menyelesaikan satu suapan atau satu tegukan yang sudah dipegang, tanpa menambah lagi. Ini berdasarkan pemahaman terhadap hadits tentang adzan dan waktu fajar.
Di masa Nabi ﷺ ada dua muadzin: Bilal bin Rabah dan Abdullah bin Ummi Maktum. Bilal mengumandangkan adzan sebelum fajar sebagai tanda persiapan. Sedangkan Ibnu Ummi Maktum adzan tepat saat fajar terbit. Nabi mempersilakan sahabat makan dan minum sampai adzan kedua dikumandangkan.
Pelajarannya jelas. Yang menjadi patokan adalah terbitnya fajar, bukan sekadar suara adzan. Di zaman sekarang, jadwal shalat umumnya sudah disesuaikan dengan perhitungan astronomi. Jadi, ketika adzan Subuh berkumandang, itu biasanya tanda waktu telah masuk.
Karena itu, jangan biasakan menunda sahur sampai detik terakhir. Disiplin bangun lebih awal adalah bentuk kesungguhan ibadah. Puasa bukan sekadar menahan lapar, tapi melatih tanggung jawab.
BACA JUGA: Sahur Hanya Makan Sebutir Telur Rebus, Apa yang Terjadi pada Tubuh?
Kalau memang terlambat bangun dan adzan sudah berkumandang, segera hentikan makan dan minum. Lanjutkan puasa. Jangan panik. Jangan juga meremehkan batas waktu.
Lebih baik bangun sepuluh menit lebih awal daripada menanggung keraguan sepanjang hari.
Ibadah itu butuh kesiapan. Bukan kebiasaan menunda. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

