Puasa Ramadhan di Badar, Kelaparan di Ahzab

Nasrulloh Baksolahar
2 Min Read
Foto: Umar Faqih | Islampos

PERSIAPAN peperangan dalam Battle of Badr dimulai sejak awal bulan Ramadhan tahun 2 Hijriah. Ini berarti Muhammad ﷺ bersama para sahabat menyiapkan seluruh bekal pertempuran dalam suasana berpuasa. Ramadhan bukan menjadi penghalang bagi mereka untuk menghadapi tugas besar, bahkan justru menjadi bagian dari latihan spiritual dan mental sebelum menghadapi pertempuran.

Namun keteguhan seperti itu tidak hanya tampak dalam Perang Badar.

Pada masa persiapan Battle of the Trench (Perang Ahzab atau Khandaq), kondisi kaum Muslimin bahkan lebih berat. Mereka harus menggali parit besar mengelilingi kota Madinah untuk menghadapi serbuan gabungan berbagai kabilah Arab.

Dalam situasi itulah Abu Talhah al-Ansari meriwayatkan sebuah kisah tentang kelaparan yang dialami para sahabat. Beberapa sahabat datang kepada Rasulullah ﷺ untuk mengadukan rasa lapar yang mereka rasakan. Mereka mengangkat pakaian mereka dan memperlihatkan sebuah batu yang diikatkan pada perut, sebagai penahan rasa lapar.

Namun ketika Rasulullah ﷺ memperlihatkan perutnya, ternyata beliau mengikat dua batu sebagai penahan lapar.

https://shopee.co.id/product/1343587831/27310804639?gads_t_sig=VTJGc2RHVmtYMTlxTFVSVVRrdENkVHQ3ZkZSUTMrR3pBWmZZNzdrcnRBMGQ5Mk1KZHhtSGtnTWtzVThsYU9vOW9tR2ttNnRJQnBkZzdXbEhLallWVVd0TzlrNHYzQm1QOGxrd1Awcy9PZ0xwMjZMWVZLUXYwa1J6Q0cra0xUbFVWS2VPeGU4dVZFM3R2aVRYV0lrOEgyUzJ1Nk5RVTUxTjVHeVZ0enhPNGRzPQ&mmp_pid=an_11336250108&uls_trackid=54johp4400l6&utm_campaign=id_HSaHp71NrV&utm_content=----&utm_medium=affiliates&utm_source=an_11336250108&utm_term=e8k5u62pusnw

Di tengah kondisi kelaparan itu, mereka tetap bekerja menggali parit sepanjang kota Madinah. Tenaga mereka terbatas, makanan sangat sedikit, tetapi semangat mereka tidak surut.

Dalam keadaan seperti itulah Rasulullah ﷺ menguatkan hati para sahabat. Beliau bersabda, “Berjuanglah dengan keras. Sesungguhnya kenikmatan itu tidak selamanya ada.”

Peristiwa ini menunjukkan bahwa kehidupan para sahabat bukanlah kehidupan yang dipenuhi kemewahan. Mereka ditempa oleh kesulitan, kelaparan, dan kerja keras.

BACA JUGA:  Apakah Benar Ramadhan di Madinah dan Mekkah Lebih Utama Dibandingkan di Tempat Lain?

Di sinilah puasa memiliki makna yang lebih dalam. Puasa melatih jiwa agar terbiasa dengan kehidupan yang keras. Ia mengajarkan manusia untuk mengendalikan diri, mengurangi ketergantungan pada kesenangan dunia, dan menumbuhkan kesabaran dalam menghadapi beban kehidupan.

Dengan latihan seperti itulah para sahabat mampu menghadapi berbagai ujian besar dalam sejarah Islam. []

Sumber: Majdi Al-Hilali, Syarah Arkanul Baiah, Era Intermedia, 2021

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *