Dalam ajaran puasa Ramadhan, terdapat satu hal yang sangat sering diulang dan secara khusus ditekankan oleh Rasulullah ﷺ, yaitu menjaga lisan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Puasa adalah perisai. Apabila salah seorang di antara kalian sedang berpuasa, maka janganlah berkata kotor dan jangan pula berteriak atau berkata keras.”
Dalam riwayat lain disebutkan:
“Jika seseorang memaki atau mengajaknya berkelahi, maka hendaklah ia berkata, ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa.’”
Penegasan ini menunjukkan bahwa menjaga lisan merupakan salah satu tujuan penting dari ibadah puasa. Puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga mendidik seseorang untuk mengendalikan ucapan dan emosi.
Dalam bukunya Fiqh Puasa, Yusuf al-Qaradawi memasukkan adab-adab menjaga lisan sebagai bagian dari amalan yang dianjurkan bagi orang yang berpuasa. Hal ini menunjukkan bahwa kesempurnaan puasa sangat berkaitan dengan kemampuan seseorang menjaga ucapan dari perkataan yang tidak baik.
Hal yang sama juga ditegaskan oleh Nawawi al-Bantani dalam kitab Maraqi Al-‘Ubudiyah. Dalam penjelasannya, beliau bahkan memberikan perhatian yang lebih luas pada pembahasan tentang puasanya lisan dibandingkan dengan puasa anggota tubuh lainnya.
Penekanan para ulama ini memperlihatkan bahwa lisan sering menjadi sumber dosa yang paling mudah dilakukan manusia. Oleh karena itu, menjaga lisan selama Ramadhan bukan hanya sekadar adab, tetapi juga merupakan bagian penting dari tujuan spiritual puasa itu sendiri. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

