Bagaimana Cara Rasulullah ﷺ Menentukan 1 Syawal?

Umar Faqih
2 Min Read
Foto: Freepik

PENENTUAN 1 Syawal pada masa Rasulullah ﷺ sangat sederhana. Namun tegas. Dan penuh ketundukan pada wahyu.

Rasulullah tidak menggunakan perhitungan astronomi seperti sekarang. Beliau menetapkan awal Syawal dengan rukyat hilal, yaitu melihat bulan sabit secara langsung.

Hal ini berdasarkan hadis yang sangat masyhur:

“صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ…”

“Berpuasalah karena melihat hilal, dan berbukalah karena melihat hilal.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jika hilal tidak terlihat karena mendung atau sebab lain, Rasulullah memberikan solusi yang jelas. Yaitu menyempurnakan bulan menjadi 30 hari.

“فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا الْعِدَّةَ ثَلَاثِينَ”

“Jika tertutup bagi kalian, maka sempurnakan hitungan menjadi 30 hari.”

https://s.shopee.co.id/14Qk9mkxt

Inilah metode yang dikenal dengan rukyat dan istikmal.

Para sahabat pun mengikuti metode ini tanpa menyelisihi. Mereka keluar pada malam ke-29 Ramadhan untuk mengamati hilal. Jika terlihat, mereka bertakbir dan menetapkan esok hari sebagai Idul Fitri.

Namun dalam sejarah, pernah terjadi perbedaan di kalangan sahabat. Hal ini karena perbedaan lokasi (mathla’). Di suatu daerah hilal terlihat, sementara di daerah lain tidak.

Ini menunjukkan bahwa sejak awal, Islam memberi ruang pada perbedaan ijtihad dalam batas syariat.

Adapun ulama salaf sepakat bahwa dasar penentuan 1 Syawal adalah rukyat. Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Ahmad, dan Abu Hanifah semuanya menegaskan hal ini.

BACA JUGA: 5 Hari Besar Agama Islam dan Maknanya

Mereka juga menambahkan satu poin penting. Untuk menetapkan 1 Syawal, diperlukan kesaksian yang kuat. Minimal dua orang saksi yang adil. Karena ini berkaitan dengan berakhirnya ibadah besar, yaitu puasa Ramadhan.

Jika hilal tidak terlihat, maka tidak boleh memaksakan. Ramadhan harus disempurnakan 30 hari.

Kesimpulannya, metode Rasulullah ﷺ sangat jelas.
Melihat hilal.
Jika terlihat, maka itu 1 Syawal.
Jika tidak, genapkan 30 hari.

Sederhana. Namun penuh hikmah.
Karena Islam dibangun di atas kemudahan, bukan kerumitan. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

TAGGED:
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *