5 Sedekah yang Sudah Pasti Tidak Diterima oleh Allah SWT

Dini Koswarini
3 Min Read
Foto: Freepik

SEDEKAH adalah amalan mulia yang dapat menghapus dosa dan mendatangkan keberkahan. Namun,

Saudaraku, tidak semua sedekah bernilai di sisi Allah. Ada beberapa keadaan yang menyebabkan sedekah tertolak, meskipun secara lahir terlihat baik. Rasulullah ﷺ dan para ulama salaf telah menjelaskan hal ini agar kita lebih berhati-hati dalam beramal.

1. Sedekah dari Harta yang Haram

Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik” (HR. Muslim). Harta hasil riba, korupsi, atau penipuan tidak akan diterima meskipun disedekahkan. Imam An-Nawawi رحمه الله menjelaskan bahwa sedekah dari harta haram bukanlah ibadah, bahkan bisa menjadi dosa jika tidak disertai taubat.

2. Sedekah yang Disertai Riya (Ingin Dipuji)

Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah: 264 agar tidak merusak sedekah dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti perasaan. Sedekah yang dilakukan demi pujian manusia tidak bernilai di sisi Allah. Ulama salaf seperti Fudhail bin ‘Iyadh رحمه الله berkata, “Meninggalkan amal karena manusia adalah riya, dan beramal karena manusia adalah syirik kecil.”

https://s.shopee.co.id/40aPuqbkTl

3. Sedekah yang Diiringi dengan Menyakiti Penerima

Allah melarang mengungkit pemberian dan menyakiti hati orang yang diberi. Sedekah seperti ini tidak diterima karena merusak tujuan utama sedekah, yaitu membantu dan menguatkan. Hasan Al-Bashri رحمه الله menegaskan bahwa kata-kata yang menyakitkan bisa menghapus pahala sedekah.

4. Sedekah dari Harta yang Paling Buruk (Tidak Ikhlas Memberi yang Baik)
Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah: 267 agar tidak memilih yang buruk untuk disedekahkan. Memberikan sesuatu yang kita sendiri tidak mau menerimanya menunjukkan kurangnya keikhlasan. Ibnu Abbas رضي الله عنه menjelaskan bahwa Allah hanya menerima yang terbaik dari hamba-Nya.

BACA JUGA:  Mengapa Harus Bersedekah dalam Berbisnis?

5. Sedekah yang Tidak Ikhlas karena Allah

Ikhlas adalah syarat utama diterimanya amal. Jika sedekah dilakukan karena tujuan duniawi—seperti ingin dianggap dermawan atau mendapatkan balasan dari manusia—maka amal itu sia-sia. Sufyan Ats-Tsauri رحمه الله berkata, “Tidak ada yang lebih berat bagi jiwa selain meluruskan niat.”

Penutup

Saudaraku, sedekah yang diterima bukan hanya soal jumlah, tetapi keikhlasan dan kebersihan sumbernya. Mari kita perbaiki niat, memilih harta yang halal dan terbaik, serta menjaga hati dari riya dan kesombongan. Karena sedekah yang diterima akan menjadi naungan di hari kiamat dan pemberat timbangan kebaikan kita. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

TAGGED:
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *