KADANG yang lupa itu manusiawi.
Tapi kalau “lupa” soal utang… lalu pura-pura tidak ingat?
Nah, ini beda cerita.
Ini bukan sekadar lupa.
Ini sudah masuk wilayah “niatnya bermasalah.”
Rasulullah ﷺ sudah mengingatkan dengan tegas:
“Menunda pembayaran utang bagi orang yang mampu adalah kezaliman.” (HR. Bukhari & Muslim)
Perhatikan.
Bukan sekadar salah.
Tapi disebut zalim.
Artinya?
Kita sedang mengambil hak orang lain.
Dengan sengaja.
Dengan santai.
Lebih berat lagi, Nabi ﷺ juga bersabda:
“Barang siapa mengambil harta manusia dengan niat ingin mengembalikannya, Allah akan membantunya. Dan siapa yang mengambilnya dengan niat merusaknya (tidak mengembalikan), Allah akan membinasakannya.” (HR. Bukhari)
Ngeri, kan?
Masalahnya bukan cuma di dunia.
Tapi sampai ke akhirat.
Para ulama salaf juga sangat keras dalam urusan utang.
Mereka takut mati masih punya tanggungan.
Dikisahkan, ada di antara mereka yang gelisah bukan main…
hanya karena belum sempat melunasi utang kecil.
Bukan miliaran.
Bukan juga besar.
Tapi tetap dianggap serius.
Kenapa?
Karena utang itu hak manusia.
Dan hak manusia tidak gugur hanya dengan taubat.
Harus dikembalikan.
Jadi kalau hari ini masih punya utang…
jangan pura-pura lupa.
Jangan menghindar.
Jangan ganti nomor.
Jangan juga berharap pemberi utang “lupa duluan.” 😅
Justru sebaliknya.
Catat.
Niatkan bayar.
Usahakan semampunya.
BACA JUGA: 10 Tips Lunasi Utang dalam 1 Tahun ke Depan: Strategi Realistis dan Terukur
Kalau belum mampu?
Jujur.
Komunikasi.
Minta waktu.
Itu jauh lebih mulia…
daripada pura-pura tidak ingat.
Karena ingat ya…
utang itu mungkin kecil di mata kita.
Tapi di sisi Allah?
Bisa jadi sangat besar. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

