Ciri-ciri Kamu Overthinking, dan Itu Bahaya!

Dini Koswarini
3 Min Read
Foto: Freepik

PERNAH merasa pikiranmu tidak bisa diam, bahkan untuk hal-hal kecil? Itu bisa jadi tanda kamu sedang overthinking. Sekilas terlihat seperti kebiasaan “berpikir lebih dalam”, tapi sebenarnya overthinking justru sering menjebak seseorang dalam kecemasan yang tidak perlu. Jika dibiarkan, dampaknya bisa serius, baik untuk mental maupun fisik.

Salah satu ciri paling umum adalah terlalu lama memikirkan hal yang sudah terjadi. Kamu terus mengulang kejadian di masa lalu, memikirkan “seandainya tadi aku begini atau begitu.” Alih-alih belajar dari pengalaman, kamu malah terjebak dalam penyesalan.

Ciri berikutnya adalah takut berlebihan terhadap masa depan. Kamu sering membayangkan skenario terburuk, bahkan sebelum sesuatu benar-benar terjadi. Misalnya, baru mau memulai sesuatu, tapi pikiranmu sudah dipenuhi kegagalan yang belum tentu nyata.

https://s.shopee.co.id/LhtgZhWNW

Selain itu, orang yang overthinking biasanya sulit mengambil keputusan. Hal kecil seperti memilih menu makanan atau menentukan jadwal bisa terasa berat. Kamu terus menimbang semua kemungkinan sampai akhirnya justru tidak bergerak sama sekali.

Ada juga tanda lain, yaitu sering merasa lelah secara mental. Pikiran yang terus bekerja tanpa henti membuat otak seperti tidak pernah istirahat. Akibatnya, kamu mudah capek, sulit fokus, bahkan bisa mengganggu kualitas tidur.

Yang sering tidak disadari, overthinking juga membuat seseorang terlalu memikirkan pendapat orang lain. Kamu jadi mudah cemas terhadap penilaian orang, takut salah, takut tidak disukai, dan akhirnya kehilangan kepercayaan diri.

Kenapa ini berbahaya? Karena overthinking bisa menjadi pintu masuk berbagai masalah, seperti stres berkepanjangan, kecemasan berlebih, bahkan depresi. Secara fisik, kondisi ini juga bisa memicu sakit kepala, gangguan tidur, dan menurunnya daya tahan tubuh.

Lebih parah lagi, overthinking membuat kamu tidak produktif. Banyak rencana, tapi sedikit tindakan. Waktu habis untuk berpikir, bukan bergerak.

BACA JUGA:  Orang yang Overthinking Itu, Perlu Diruqyah? Waduh!

Lalu, apa yang bisa dilakukan?

Pertama, sadari kapan kamu mulai overthinking. Kesadaran ini penting agar kamu bisa “menarik rem” sebelum pikiran semakin liar. Kedua, batasi waktu berpikir. Misalnya, beri diri sendiri waktu 10–15 menit untuk memikirkan solusi, setelah itu ambil keputusan.

Ketiga, latih diri untuk fokus pada hal yang bisa dikendalikan. Tidak semua hal harus kamu pikirkan. Ada banyak hal di luar kendali, dan itu tidak masalah. Keempat, alihkah pikiran dengan aktivitas nyata, seperti olahraga, membaca, atau berinteraksi dengan orang lain.

Intinya, berpikir itu penting, tapi kalau berlebihan justru merusak. Jangan biarkan pikiran mengendalikan hidupmu. Kamu yang harus mengendalikan pikiranmu. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *