AISYAH binti Abu Bakar berkisah bahwa ketika Nabi Muhammad pertama kali menginjakkan kaki di Madinah, kota tersebut sering dilanda wabah demam. Lingkungan Madinah saat itu kurang sehat; di lembahnya mengalir air yang telah berubah warna dan baunya. Akibatnya, banyak penduduk yang terserang penyakit.
Setelah kaum Muslimin tiba di Madinah, beberapa sahabat terdekat Rasulullah ﷺ juga mengalami hal yang sama. Abu Bakar ash-Shiddiq terserang demam, begitu pula Bilal bin Rabah dan Amir bin Fuhairah. Rasulullah ﷺ pun mengizinkan Aisyah untuk menjenguk mereka.
Aisyah mendatangi ayahnya, Abu Bakar, dan mendapati tubuhnya sangat panas. Ia bertanya, “Wahai ayahku, bagaimana keadaanmu?” Namun Abu Bakar menjawab dengan melantunkan bait syair yang sulit dipahami, karena beratnya demam yang ia rasakan. Hal serupa juga terjadi pada Bilal dan Amir bin Fuhairah.
Setelah itu, Aisyah menyampaikan keadaan mereka kepada Rasulullah ﷺ, termasuk ucapan-ucapan yang tidak dipahaminya karena kondisi demam yang tinggi.
Mendengar hal tersebut, Rasulullah ﷺ berdoa:
“Ya Allah, jadikanlah kami mencintai Madinah sebagaimana kami mencintai Makkah, bahkan lebih dari itu.”
Beliau melanjutkan doanya:
“Ya Allah, berikanlah kesehatan kepada penduduk Madinah, berkahilah takaran dan makanan mereka, dan pindahkanlah wabah demam itu ke Juhfah.”
BACA JUGA: Kata Jumu‘ah dan Shalat Jumat Pertama di Madinah
Sejak doa itu dipanjatkan, kondisi Madinah berangsur membaik. Wabah yang sebelumnya melanda mulai berkurang, dan kota itu pun menjadi tempat yang lebih sehat bagi kaum Muslimin. []
Sumber; Ahmad Abdul Aal Ath-Thahthawi, Kisah Khalifahtur Rasyidin, GIP, 2023
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

