SHALAT jenazah adalah salah satu kewajiban kaum muslimin terhadap saudaranya yang telah meninggal dunia. Hukumnya adalah fardhu kifayah, artinya jika sudah ada sebagian yang melaksanakannya, maka gugurlah kewajiban bagi yang lain. Namun jika tidak ada yang melaksanakannya, maka semua berdosa.
Shalat jenazah memiliki tata cara yang berbeda dengan shalat pada umumnya. Tidak ada ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, maupun tasyahud. Semua dilakukan dalam posisi berdiri bagi yang mampu.
Berikut adalah tata cara shalat jenazah yang benar:
1. Niat dalam Hati
Seperti ibadah lainnya, shalat jenazah diawali dengan niat di dalam hati. Niat tidak perlu diucapkan dengan lisan, cukup dihadirkan dalam hati bahwa kita akan melaksanakan shalat jenazah karena Allah SWT.
BACA JUGA: Saat Ali bin Abi Thalib Memandikan Jenazah Rasulullah ﷺ
2. Berdiri bagi yang Mampu
Shalat jenazah dilakukan dengan berdiri. Jika tidak mampu, boleh dilakukan sambil duduk.
Posisi imam:
- Jika jenazah laki-laki, imam berdiri sejajar dengan kepala.
- Jika jenazah perempuan, imam berdiri sejajar dengan tengah badan.
3. Takbir Pertama
Mengangkat tangan seperti takbiratul ihram, lalu membaca:
- Surah Al-Fatihah
Ini merupakan rukun dalam shalat jenazah, sebagaimana dalam shalat biasa.
4. Takbir Kedua
Mengangkat tangan kembali, lalu membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, seperti shalawat dalam tasyahud:
“Allahumma shalli ‘ala Muhammad…”

5. Takbir Ketiga
Mengangkat tangan kembali, kemudian membaca doa untuk jenazah. Contoh doa:
“Allahummaghfirlahu warhamhu wa ‘afihi wa’fu ‘anhu…”
Artinya: Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, sejahterakanlah dia, dan maafkanlah dia.
Doa ini adalah inti dari shalat jenazah, yaitu memohonkan ampunan untuk orang yang telah meninggal.
6. Takbir Keempat
Mengangkat tangan kembali, lalu membaca doa singkat. Sebagian ulama menganjurkan membaca doa untuk kaum muslimin secara umum.
7. Salam
Setelah takbir keempat, ditutup dengan salam seperti shalat biasa:
- Minimal satu kali salam ke kanan
- Lebih sempurna dua kali (ke kanan dan ke kiri)
Hal-Hal Penting dalam Shalat Jenazah
- Tidak ada adzan dan iqamah
- Dilakukan secara berjamaah lebih utama
- Semakin banyak yang menshalatkan, semakin baik bagi jenazah
- Dianjurkan dilakukan dengan khusyuk dan penuh keikhlasan
Keutamaan Shalat Jenazah
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa orang yang ikut menshalatkan jenazah akan mendapatkan pahala yang besar. Bahkan, jika ikut hingga pemakaman, pahalanya seperti dua gunung besar.
Ini menunjukkan betapa besar nilai ibadah ini di sisi Allah SWT, sekaligus bentuk kepedulian antar sesama muslim.
BACA JUGA: Kenapa Para Shahabat Shalat Janazah kepada Nabi Sallallahu alaihi wa sallam Sendiri-sendiri?
Shalat jenazah bukan hanya sekadar ritual, tetapi bentuk doa terakhir kita untuk saudara yang telah meninggal dunia. Di saat ia tidak lagi bisa beramal, doa dari orang-orang yang masih hidup menjadi sangat berharga baginya.
Dengan memahami tata cara shalat jenazah dengan benar, semoga kita bisa melaksanakannya sesuai sunnah dan mendapatkan pahala yang besar, sekaligus membantu saudara kita yang telah kembali kepada Allah SWT. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE
