RUMUS mau sembuh itu sederhana.
Tapi sering dilupakan.
Jalani.
Nikmati.
Syukuri.
Tiga kata.
Satu arah.
Menuju sehat.
Menuju bahagia.
Hidup tidak selalu mudah.
Kadang berat.
Kadang sunyi.
Kadang penuh tanya.
Namun hidup tetap berjalan.
Tak menunggu kita siap.
Tak peduli kita lelah.
Maka jalani.
Apa pun yang ada di depan.

Langkah demi langkah.
Tanpa terlalu banyak menolak.
Menjalani bukan berarti pasrah.
Bukan menyerah tanpa daya.
Tapi menerima kenyataan.
Dengan hati yang terbuka.
Ketika kita melawan terus,
tubuh ikut tegang.
Pikiran lelah.
Hati sempit.
Ilmu kesehatan menjelaskan,
stres berkepanjangan
meningkatkan hormon kortisol.
Tubuh jadi rentan.
Imun melemah.
Namun saat kita menerima,
tubuh mulai tenang.
Sistem saraf melunak.
Lalu, nikmati.
Apa yang ada.
Sekecil apa pun itu.
Secangkir kopi hangat.
Angin sore yang menyentuh wajah.
Tawa sederhana bersama orang terdekat.
Menikmati adalah seni.
Melihat cukup dalam yang sederhana.
Merasa hadir di setiap detik.
Saat kita menikmati,
otak melepaskan dopamin.
Hormon rasa senang.
Yang membuat hidup terasa ringan.
Waktu seakan melambat.
Hati terasa lapang.
Dan yang terakhir,
yang paling dalam,
syukuri.
Syukur bukan sekadar kata.
Bukan hanya ucapan di bibir.
Ia adalah kesadaran.
Bahwa apa yang kita miliki,
cukup untuk hari ini.
Dalam penelitian psikologi positif,
rasa syukur meningkatkan kesejahteraan mental.
Mengurangi kecemasan.
Menguatkan emosi.
Orang yang bersyukur,
tidurnya lebih nyenyak.
Hatinya lebih damai.
Karena fokusnya berubah.
Bukan pada yang kurang.
Tapi pada yang sudah ada.
Jalani.
Nikmati.
Syukuri.
Ketiganya saling terhubung.
Seperti aliran yang utuh.
Jika hanya menjalani tanpa menikmati,
hidup terasa hambar.
Jika menikmati tanpa syukur,
hati mudah kosong.
Jika bersyukur tanpa menjalani,
hidup terasa semu.
Namun saat ketiganya menyatu,
tercipta keseimbangan.
Tubuh menjadi lebih sehat.
Pikiran lebih jernih.
Hati lebih hangat.
Bahagia bukan tujuan jauh.
BACA JUGA: Healing Itu Bukan Piknik
Ia hadir di cara kita hidup.
Di cara kita menerima.
Di cara kita merasakan.
Di cara kita menghargai.
Rumus itu tidak rumit.
Tidak butuh alat.
Tidak butuh biaya.
Hanya butuh kesadaran.
Dan latihan setiap hari.
Jalani dengan ikhlas.
Nikmati dengan hadir.
Syukuri dengan tulus.
Maka sehat akan mengikuti.
Bahagia akan tumbuh.
Pelan.
Namun pasti. []
Yudhistira Adi Maulana
_ Owner Bekam ruqyah centre Purwakarta.
_ Certified Tour leader haji dan umroh PT.Muhandis Qur’ani wisata.
_ Inisiator Bimbel Qur’an Madinah.
_ Praktisi Thibbunnabawi di bekam Ruqyah Al-Muhajirin.
Jl. Veteran No 106, Kebon Kolot Purwakarta, Jawa Barat / WhatsApp: 0817 – 9207- 630 .
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE


