CEMAS.
Datang pelan.
Kadang tanpa sebab yang jelas.
Namun terasa nyata.
Dada sesak.
Pikiran berisik.
Hati gelisah.
Seolah ada yang mengganggu dari dalam.
Dalam sebagian pandangan spiritual,
kegelisahan tidak selalu murni dari diri.
Ada yang tak terlihat.
Ada yang mengusik.
Disebut sebagai gangguan jin.
Makhluk halus.
Yang hidup di dimensi berbeda.
Namun bisa mempengaruhi rasa.
Ia tidak selalu tampak.
Tapi efeknya terasa.
Bisikan kecil.
Ketakutan yang tiba-tiba.
Pikiran negatif yang berulang.
Seolah bukan milik sendiri.
Cemas pun membesar.
Menumpuk.
Mengikat pikiran.
Melemahkan jiwa.

Tubuh ikut merespon.
Jantung berdebar.
Napas menjadi pendek.
Lambung terasa perih.
Otot menegang.
Ilmu modern menyebutnya stres.
Respons alami tubuh.
Saat ancaman dirasakan.
Hormon kortisol meningkat.
Sistem saraf siaga.
Tubuh seperti terus berjaga.
Jika berlangsung lama,
ia menjadi beban.
Menekan sistem imun.
Membuka pintu penyakit fisik.
Dalam pendekatan komplementer,
tubuh dan jiwa tidak terpisah.
Apa yang dirasa hati,
tercermin pada raga.
Gangguan yang tak terlihat,
memicu kecemasan.
Kecemasan memicu ketegangan.
Ketegangan memicu sakit.
Lingkaran yang berulang.
Halus.
Namun kuat.
Namun bukan berarti tanpa jalan.
Kesadaran adalah awal.
Bahwa apa yang kita rasakan
perlu dipahami dengan utuh.
Pendekatan ruhiyah hadir.
Seperti doa.
Zikir.
Ruqyah.
Suara yang menenangkan.
Getaran yang menenteramkan.
Menguatkan hati.
Menjernihkan pikiran.
Ketika hati tenang,
tubuh mulai ikut reda.
Napas lebih panjang.
Detak jantung melambat.
Otot kembali lunak.
Keseimbangan perlahan pulih.
Pengobatan komplementer melihat ini
sebagai proses menyeluruh.
Tidak hanya fisik.
Tidak hanya psikis.
Namun juga spiritual.
Karena manusia bukan hanya tubuh.
Ia adalah jiwa yang hidup di dalamnya.
BACA JUGA: Rumus Kesembuhan, Begini Ternyata
Gangguan, jika memang ada,
bukan untuk ditakuti berlebihan.
Namun untuk dihadapi dengan kesadaran.
Diperkuat dengan iman.
Ditenangkan dengan ibadah.
Dirawat dengan pendekatan yang bijak.
Cemas akan mereda.
Tubuh akan kembali seimbang.
Dan dari perjalanan itu,
kita belajar satu hal sederhana:
Bahwa ketenangan adalah obat.
Dan hati yang kuat,
adalah benteng terbaik. []
Yudhistira Adi Maulana
_ Owner Bekam ruqyah centre Purwakarta.
_ Certified Tour leader haji dan umroh PT.Muhandis Qur’ani wisata.
_ Inisiator Bimbel Qur’an Madinah.
_ Praktisi Thibbunnabawi di bekam Ruqyah Al-Muhajirin.
Jl. Veteran No 106, Kebon Kolot Purwakarta, Jawa Barat / WhatsApp: 0817 – 9207- 630 .
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

